Kamis 16 Juni 2022

Demonstran Ungkap KKN di Pemerintahan Hendy Siswanto

Oleh Redaksi, PUBLIS

Ketua FK-PAK memegang mic saat orasi, Doc: Imam

PUBLIS.ID, JEMBER - Ratusan aktifis dari Relawan Jumadi Made, RMJ (Militan Jember), Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FK-PAK), Barisan Solid Merdeka (Basoka) dan Barisan Anak Rantau Jember (BARJ) menggelar demonstrasi menyampaikan keresahannya dengan kondisi Jember semenjak Hendy Siswanto berkuasa.

Demonstran menggelar demo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kamis (16/6/2022). Terlihat, massa membawa banner bertuliskan, Bupati Carpak, Bubarkan Koperasi Konsumen Jember Harmoni Sejahtera (KJHS), dan Menantu Bupati Hendy diangkat jadi asisten pembangunan dengan gaji 3,5 juta per-bulan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Saat demo berlangsung, massa aksi sempat memanas lantaran tidak satupun wakil rakyat menunjukkan batang hidungnya. Akhirnya, massa berusaha menerobos pintu gerbang kantor DPRD, meski dijaga aparat. Emosi massa mereda setelah Sunardi dari Partai Gerindra dan Agus Khoironi legislator PAN menemui pendemo.

Salah satu orator aksi, Jumade Made mengatakan,
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sudah berlebihan. Buktinya, Muhammad Nadif Ramadhani, menantu Bupati sendiri, dijadikan Asisten Pembangunan dan ada SKnya. Bahkan, kata Jumade ajudan-ajudan Bupati tidak lain adalah keponakannya semua.

Menurutnya Jumade, Bupati Jember telah melakukan nepotisme, dan mengutamakan kepentingan keluarga, dan kroni-krioninya dalam setiap kebijakan yang menggunakan uang rakyat. "Apa tidak ada pejabat Bagian umum, yang pinter-pinter, kok malah milih menantunya sendiri jadi asisten pembangunan," jelasnya

Selain itu, Jumadi Made menilai terbentuknya Koperasi KJHS penuh dengan kejanggalan sebab seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di minta Bupati Hendy beli beras di lembaga itu. "Tetapi berasnya ada kutu hidupnya, masak saudara-saudara sebanyak 23.000 ASN suruh makan beras yang ada kutunya," terangnya

Jumadi Made curiga, kok bisa baru satu tahun berdiri, Koperasi bentuakan Bupati Hendy sudah memperoleh proyek pengadaan beras bagi ASN. Bahkan, dari bisnisnya itu, keuntungan KJHS mencapai Rp 2 Miliyar setahun. "Ini hanya akal-akalan Bupati saja, dan KJHS itu yang benar singkatannya Koperasi Kaji Hendy Siswanto," katanya

Melalui demo tersebut, massa meminta DPRD mendesak Bupati Jember mencabut SK pengangkatan asisten pembangunan yang diberikan kepada Muhammad Nadif Ramadhani.  "Yang merupakan menantu Bupati Hendy Siswanto , serta mendesak DPRD agar Koperasi KJHS dibubarkan, karena jelas itu koperasi buatan bupati dan hanya menguntungkan keluarga bupati dan kroni-kroninya," jelasnya

Hingga berita ini terbit, DPRD dan peserta aksi sedang melakukan hearing, terkait tuntutan yang mereka minta.



Reporter:Imam N
Publiser: Fahmi

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga