Sabtu 06 Juni 2020

Berikut Tiga Golongan Santri yang Akan Dilakukan Rapid Tes Oleh Pemkab Jember

Oleh Redaksi, PUBLIS

PUBLIS.ID, JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember akan melakukan merapid tes santri dan juga pengasuh Pondok Pesantren (PP) yang ada di wilayah Jember.

Total sasaran yang ditargetkan sekitar 50.000 orang, hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kyai Muqiet Arief saat video konference dengan Kadinsos, Kabag Kesra, seluruh camat, muspika dan pengasuh pesantren.

Vidio confrence dilakukan Wabub di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat, 5 Juni 2020. "Rapid tes ini bagian isi dari Surat Edaran Bupati Jember tentang kembalinya santri ke Pondok Pesantren," ujar Wabub.

Surat Edaran yang dimaksud adalah SE Bupati no. 400/094/1.23/2020 ditandatangani Bupati Jember dr. Faida, MMR, tanggal 04 Juni 2020.

Masih Wabup, ada tiga golongan santri yang akan dilakukan rapid tes, pertama santri asal Jember yang mondok di luar kota, kedua santri yang mondok di dalam Kabupaten Jember dan yang ketiga santri dari luar Jember.

"Lokasi rapid tes di Jember.  Seluruh rapid tes ada di Jember berdasarkan permohonan dari pesantren dan berada di luar area pesantren," katanya.


Selain itu Pemkab Jember akan menyediakan sarana transportasi bagi santri ke pesantren tujuan, termasuk ke pesantren di luar kota. "Bagi santri luar bisa menghubungi petugas satgas, ke cp. Bambang Saputra dan Yoyok," kata Wabup.

Wabub berkata, pengurus pesantren wajib mensosialisasikan prosedur kesehatan, seperti memakai masker, cuci tangan dan lain sebagainya. Pondok wajib menyediakan sarana kesehatan dan Melakukan penyemprotan secara rutin

Pemkab Jember meminta pengurus pesantren bisa berkoordinasi dengan perangkat pemerintahan setempat terutama bila ada santri yang terindikasi sakit. Mengatur para santri saat mereka sedang dalam proses belajar, makan, dan tidur dengan physical distancing.

Pengurus diwajibkan mengontrol santrinya agar memiliki pola hidup sehat. lanjut Wabup, meminta agar para santri merubah kebiasaan dalam cara memberi salam hormat kepada para pengasuh.

"Saya mohon dengan sangat agar tidak berjabat tangan, cium tangan ke pengurus pesantren," pinta pengasuh pesantren Alfalah Silo ini.

Pemkab akan membekali santri dengan alas sholat, masker, selama satu bulan. Ketiga sediakan alat transportasi untuk mengantar santri ke pondok pesantren tujuan.

"Kepada para camat untuk meneruskan edaran pada pengasuh pesantren. Bila ada santri yg terlanjur masuk maka diharapkan pengasuh melaporkan," jelas wabub (*)

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga