Minggu 24 Oktober 2021

Bahaya Cyber-Bullying, Hatespeech dan Hoax Bagi Keutuhan NKRI

Oleh Redaksi, PUBLIS

Seminar online, Doc: Istimewa

PUBLIS.ID, JAKARTA - Cyber-Bullying, Hatespeech dan Hoax menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI sebab informasi bohong bisa menimbulkan kekacauan di mana-mana. Oleh sebab itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyelenggarakan seminar online dengan tema “Ancaman Cyber-Bullying, Hatespeech, dan Hoax bagi Keutuhan NKRI”.

Kegiatan ini menghadirkan sebagai narasumber Drs. H.M. Syaiful Bahri Anshori, M.P  Anggota Komisi I DPR RI, Prof Henri Subiakto Guru Besar FISIP UNAIR, serta Ahmad Badrus Sholihin selaku Dosen UIN KHAS Jember. Seminar online ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 23 Oktober 2021 pukul 15.30 WIB, melalui platform zoom meeting.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Kementrian Kominfo terhadap peningkatan literasi digital di Indonesia yang telah diikuti oleh berbagai komponen masyarakat dengan tujuan untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet.

Syaiful dalam sambutannya sekedar mengimbau untuk selalu menjaga diri dari berita bohong dan isu provokatif yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Ia berharap agar para peserta selalu berupaya untuk memperkuat keutuhan NKRI.

Prof Henri melanjutkan pemaparan dengan menjelaskan berbagai bentuk cyberbullying serta memberikan tips terkait pencegahan dari cyberbullying. Prof Henri mengingatkan peserta agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berita bohong, disinformasi, dan ujaran kebencian yang dapat merusak demokrasi hingga memicu kekacauan di masyarakat luas.

Ahmad Badrus menjelaskan betapa pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan bangsa untuk menjawab tantangan perubahan yang ada. Ahmad mengimbau peserta untuk menghindari dan tidak melakukan perundungan di dunia digital atau melakukan ujaran kebencian.

"Di mana hal ini termasuk kedalam sifat buruk sangka (Su’udzan), mencari kesalahan orang lain (Tajassus), dan termasuk kegiatan ghibah," ujar Ahmad Badrus.

Setelah paparan materi selesai, moderator membuka sesi tanya jawab yang diikuti oleh 120 peserta seminar online dan dihadiri oleh 30 peserta offline. Di sesi closing statement, Prof Henri mengingatkan kepada seluruh peserta untuk menggunakan media sosial dengan bijak demi menjaga keutuhan NKRI.

Ahmad menlanjutkan sesi closing statement dengan menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak dalam penggunaan media sosial, agar anak terhidar dari dampak negatif dari media sosial.

Sumber: Rilis

Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga