Sabtu 30 Juli 2022

Awas! Prostitusi Online Via Twitter di Jember Dijadikan Bahan Pemerasan

Oleh Redaksi, PUBLIS

Screenshot via Twitter. DOK: Publis.id

PUBLIS.ID, JEMBER - Prostitusi online lewat media sosial twitter marak di Kabupaten Jember. Apabila mengetik kata BO Jember di kolom pencarian, maka akan muncul banyak akun yang memposting foto perempuan dengan keterangan siap di booking.


Tidak hanya foto, dalam keterangannya juga dilengkapi dengan nomor telephone. Publis.id mencoba menelusuri kebenaran nomer tersebut dengan menghubunginya via WhatsApp, Sabtu 30 Juli 2022.


Tidak berselang lama pesan mendapat balasan. Tim Publis mencoba menawar berpura-pura sebagai pelanggan dengan menghubungi nomor WhatsApp 082287677137 tersebut. Dengan sigap no tersebut langsung memberikan daftar tarifnya. Dan, mewajibkan pelanggan membayar dahulu DP 50% sebelum menawarkan servisnya.


Setelah no tersebut disebut sebagai penipuan kemudian dia tidak membalas kembali pesan kami. Tidak berselang lama nomor baru masuk melakukan ancaman akan menyebarkan data diri wartawan Publis ke publik apabila tidak menyerahkan uang senilai nominal 1 juta rupiah.


Nomor yang melakukan ancaman tersebut 082289847566. Nomor yang dilengkapi WhatsApp tersebut menggunakan foto profil seorang laki-laki berpakaian aparat sedang menggendong anaknya. Ia juga mengancam wartawan Publis akan dilaporkan ke pihak berwajib karena melakukan percakapan via online.


Hasil penelusuran Publis di Twitter, ada puluhan akun yang terlihat menjajakan diri di platform tersebut. Dan, patut diduga dijadikan bahan untuk melakukan pemerasan. Tidak hanya media sosial twitter, penjajah diri juga banyak melakukan pemasaran via aplikasi lain seperti asal negeri tirai bambu (China) Michat.


Dikutip dari media online beritasatu.com, Polres Jember pernah menangkap dua pelaku yang menawarkan jasa prostitusi online.  "Kami menangkap dua orang yang diduga sebagai muncikari prostitusi online yang melibatkan pelajar dan anak di bawah umur," kata Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif, di Markas Polres Jember, Rabu (6/5) sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com.


Dua orang yang ditangkap yakni Junaidi alias Pleret dan Syaifullah alias Bowo, yang keduanya warga Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember.


"Petugas menangkap dua orang itu di salah satu hotel di kawasan Kecamatan Pakusari dan secara terang-terangan telah melakukan bisnis haram dengan praktik pemesanan secara online," tuturnya.


Selain pemerasan dengan modus prostitusi online, dikutip dari Tribunnews.com, anggota DPRD Jember Ahmad Faesol pernah menerima panggilan vidio call dari seorang wanita saat kunjungan kerja. Namun, setelah itu justru berujung masalah.


Legislator PPP itu merasa telah diperas dan diperdaya oleh wanita dalam video. Pelaku memeras korban setelah melakukan penjebakan dengan video call asusila melalui panggilan video, Minggu 20 Juni 2021.


Kasus pemerasan yang menyeret anggota dewan Jember tersebut mencuat ke publik setelah adegan panggilan video dengan seorang wanita tersebar luas di media sosial. Video itu pertama kali diunggah di Facebook oleh akun Cindy Aprilia.


Reporter: Robith Fahmi

Publiser: Ammar


Redaksi

Publis.id berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga