Rabu 29 Mei 2024

ASN Guru di Jember Dimassa Saat Berduaan Tidak Pakai CD dengan Istri Tetangga

Oleh Redaksi, PUBLIS

Saat warga menangkap basah pelaku yang hanya memakai sarung tanpa celana dalam, Doc: Tahrir

PUBLIS.ID, JEMBER - Seorang oknum Guru tertangkap basah oleh sejumlah warga saat berduaan dengan perempuan istri tetangga di dalam sebuah rumah di Dusun Muneng Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Dugaan kuat keduanya pasangan selingkuh tengah melakukan perbuatan terlarang di rumah milik oknum guru.

Aksi massa penangkapan pasangan  bukan suami istri terekam kamera HP warga  yang kebetulan sedang menyaksikan  peristiwa tersebut. Kini videonya pun viral di jagat maya dan menjadi perbincangan seru di tengah-tengah masyarakat.

Informasi yang didapatkan publis.id, peristiwa memalukan itu terjadi pada Sabtu malam kemarin (25/05/24) sekitar pukul 23.00 Wib.

Adapun identitas oknum Guru tersebut, diduga berinisial SI status Aparatul Sipil Negara (ASN). Saat ini Ia aktif mengajar di SDN Kepanjen 03 Gumukmas. Sementara pasangan perempuan, tidak lain masih bertetangga dekat dan berstatus memiliki suami sah.

"Saya lewat depan rumah Sumantri disitu ada rame-rame (Aksi Massa) saya mampir. Katanya Sumantri selingkuh dengan seseorang. Kemudian saya tanyakan kepada beberapa orang katanya tetangga," ucap Wartono salah satu warga Desa Mayangan.

Pada malam itu, lanjutnya, karena banyaknya massa yang jumlahnya ratusan orang berkumpul  di rumah SI. Takut ada anarkis Ia pun memberanikan untuk melindungi SI dari amukan massa yang  tersulut emosi.

"Kalau kejadian persis saya gak tahu cuma dia ada bukti Celana Dalam (CD) dan bungkus bekas obat kuat stamina pria ketinggalan di TKP," katanya.

Wartono menerangkan, sebenarnya keinginan warga agar yang bersangkutan diarak keliling menuju ke Kantor Desa. Bahkan saat tertangkap warga, pelaku hanya memakai sarung dan tidak pakai celana dalam.

"Warga mintanya diamankan di Kantor Polisi, tapi dari pihak pelaku maunya diselesaikan di rumah saja. Akhirnya beberapa orang menghubungi aparat desa dan diselesaikan di situ dan dikenakan denda 4 rit batu putih ( Grasak), "

Atas  keputusan denda tersebut warga mengaku kecewa dan tidak puas. Sebab denda sebesar itu bagi warga terlalu ringan, bila dibanding perbuatan yang sudah dilakukannya. "Hasil keputusan sebenarnya warga tidak puas, mereka minta pelaku diproses hukum dan dipecat dari jabatan ASN," pungkas Wartono.

Terpisah, Kepala Sekolah SDN Kepanjen 03 Lilis Indah Lestari, mengaku sudah mengetahui kejadian penggerebekan massa terhadap anak buahnya. Meski demikian pihaknya tidak akan ikut campur dan tidak tahu menahu terhadap persoalan tersebut. Ia menganggap itu urusan pribadi dan keluarga dari yang bersangkutan.

"Pihak sekolah tidak akan ikut campur karena peristiwa itu terjadi di luar jam dinas.Institusi gak ikut campur, jangan sampai kesalahan satu orang institusi diikut sertakan," ucapnya.

Ketika awak media minta waktu untuk ketemu dengan SI guna konfirmasi terkait persoalan tersebut, Kepala Sekolah tidak mengizinkan dengan alasan yang kurang jelas.

"Masih ada, tapi untuk saat ini saya tidak mengizinkan untuk ditemui. Kalau mau ditemui silahkan diluar jam dinas," tegas Lilis. (Tahrir).

Redaksi

Publis.id berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga