Senin 23 Mei 2022

Arogan! Kepala Desa Padomasan Jember Hendak Pukul Wartawan Gunakan Kursi

Oleh Redaksi, PUBLIS

Ilustrasi diambil dari google image

PUBLIS.ID, JEMBER - Kepala Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Jember hendak memukul wartawan menggunakan kursi. Namun, aksi arogansinya digagalkan Sekretaris Desa yang langsung menghalangi.

Demikian disampaikan M. Subur, wartawan WartaTV.com kepada sejumlah media berselang kejadian tersebut berlangsung, Senin 23 Mei 2022.

Maksud Subur menemui Kades Padomasan, Trimanto, untuk mengkonfirmasi peristiwa tawuran pada acara gowes bareng di desa setempat yang viral di medsos pada hari Minggu 22 Mei 2022. Namun, belum sempat wawancara, Subur mengaku dituduh berbagai hal yang Ia sendiri tidak paham.

Subur berkata, Trimanto terus menyudutkan dan menuding dia serta keempat rekannya sebagai wartawan yang mengunggah berita miring sebelumnya. “Kami saat itu tidak paham dengan yang dimaksud oleh kades. Karena dia terus menyerang dengan kalimat tuduhan,” ujarnya.

Puncaknya, ketika perbincangan itu kian memanas, Kades Trimanto berdiri dari tempat duduknya dan hendak memukul Subur. Beruntung saat itu, Sekretaris Desa Padomasan Kafek duduk tak jauh dari wartawan. Sehingga dia seketika berdiri untuk menghalangi upaya kades tersebut.

“Saya juga berdiri untuk menghindari serangan itu. Namun belum sampai memukul ada Pak Sekdes dan sejumlah perangkat desa yang menghalanginya,” tuturnya.

Ketegangan di dalam ruangan itu rupanya berlanjut. Setelah kades dan wartawan keluar, Trimanto kembali berusaha menyerang. Bahkan, dia sempat mengangkat kursi kayu dan hendak menghantamkannya ke wartawan. Namun, lagi-lagi, perbuatan itu mampu dicegah oleh perangkat desa.

“Saya sampai gemetaran saat melihat Kades Trimanto mengangkat kursi. Saya khawatir teman saya akan dihantam olehnya,” ungkap Roni, salah seorang wartawan yang menyaksikan peristiwa itu.



Terkait perlakuan Kades Trimanto tersebut.

Subur menyampaikan bersama rekan wartawan lainnya akan menempuh jalur hukum. Sebab, apa yang dilakukan oleh Kades Trimanto dinilainya telah melampaui batas dan mengancam keselamatan.

Sebagai tindak lanjut, kata Subur, dirinya sudah berkoordinasi dengan organisasi yang menaunginya. Rencananya, pihaknya akan membawa masalah itu ke ranah hukum. “Biar ada efek jera. Dan insiden ini tidak menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers. Apalagi kades merupakan pejabat publik,” pungkasnya. 

Sementara itu, upaya Publis untuk konfirmasi Kades Padomasan Trimanto lewat pesan WhatsApp belum kunjung dibalas. Pesan masih belum centang biru, pertanda pesan masih belum dibaca oleh yang bersangkutan.


Reporter: Fahmi

Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga