Rabu 31 Maret 2021

Akhirnya, Komisi A DPRD Jember Damprat Kades Purwoasri yang Diduga Gunakan Dana BUMDes

Oleh Redaksi, PUBLIS

Gabungan foto prahara Dana BUMDes Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Jember.

PUBLIS.ID, JEMBER - Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Purwoasri senilai puluhan juta rupiah tidak jelas ke mana, diduga digunakan untuk keperluan pribadi Kepala Desa Syaiful Bahri.

Sebelumnya, Senin 15 Maret 2021, Publis.id menurunkan berita dana BUMDes senilai Rp. 30.500.000 belum diterima bendahara BUMDes meski sudah dicairkan oleh Kepala Desa.

Tidak hanya itu, dana BUMDes tahun 2019 senilai Rp. 74.000.000 ditambah sisa anggaran 2018 Rp. 10.000.000 juga tidak jelas ke mana, meski sapi yang dijadikan usaha sudah laku dijual. Namun, hasil penjualan juga raib.

Kedes Syaiful Bahri beralibi pembeli sapi BUMDes belum membayarnya. Sementara Pendamping Desa Gumukmas, Riza Amrullah sebagaimana yang diberitakan Selasa 16 Maret 2021 sudah mengingatkan Kades Syaiful Bahri, namun ia tidak bergeming.

Kali ini, anggota Komisi A DPRD Jember, Sunardi kepada media di ruangannya langsung mendamprat Kades Purwoasri. Dia mengingatkan sang Kades agar jangan main-main dengan dana BUMDes.

"Bukan anggaran setelah dikeluarkan, terus dipakai oleh pihak yang memberi anggaran ini kan lucu, jadi jangan bermain-main dengan dana BUMDes," kecam Sunardi geram dengan ulah Kades Purwoasri, Rabu 31 Maret 2021.

Legislator Gerindra ini menegaskan bahwa dana BUMDes bukan dana hilang. Sebab itu merupakan dana usaha sehingga harus berjalan dan berkembang bukan justru digunakan Kepala Desa, "Jelas menyalahi aturan," tegasnya.

Bila ada laporan resmi masuk, Sunardi berjanji akan langsung memanggil Kades Syaiful Bahri, "Sejauh ini kami belum ada laporan resmi, jika ada laporan resmi kita akan panggil yang bersangkutan," janjinya

Reporter: Robith Fahmi
Publiser: Ammar

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga