Kamis 04 Juni 2020

ACT Jember Luncurkan Program Sahabat UMI untuk Membantu UMKM Perempuan

Oleh Redaksi, PUBLIS

Satuni penerina bantuan modal dari ACT Jember melalui program sahabat UMI, Doc: ACT Jember/Publis.id

PUBLIS.ID, JEMBER - Seiring dengan pandemi Covid-19 yang tidak kunjung berakhir sehingga berdampak pada semua sektor, khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan berkurangnya pendapatan hingga penutupan usaha.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jember meluncurkan program Sahabat UMI atau Sahabat Usaha Mirkro Indonesia dengan memberikan bantuan modal usaha kepada para pengusaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) khususnya yang terdampak covid-19 di Kabupaten Jember dan Sekitarnya.

Staff Program Aksi Cepat Tanggap Jember, Dani Ardissa menjelaskan bahwa bantuan kepada UMKM ini dikhususkan bagi ibu-ibu pemilik usaha rumahan yang keluarganya terdampak pandemik Covid-19 dengan kriteria sudah ditetapkan oleh tim Aksi Cepat Tanggap.

“Program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (UMI) ini dikhususkan bagi para ibu yang pada masa pandemi seperti ini usahanya terganggu dan mengalami penurunan, karena setelah kita lihat kondisi lapangan banyak sekali perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga dan menjadi satu-satunya sumber penghasilan untuk menghidupi keluarga," ujarnya, Kamis 4 Juni 2020.

Dani mengatakan, hingga hari ini sudah ada sekitar 20 perempuan yang mendapatkan sedekah modal usaha di berbagai wilayah di Kabupaten Jember “Sejak peluncurannya seminggu yang lalu kita sudah menjangkau kurang lebih 20 ibu-ibu pemilik UMKM di Kebupaten Jember yang terdampak Covid-19, dan harapannya setip hari selalu ada pemilik UMKM rumahan yang kita bantu,” terangnya.

Program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (UMI) ini bertujuan memberikan bantuan modal usaha kepada para ibu-ibu pelaku usaha rumahan, sejauh ini ACT Jember mantargetkan setiap hari ada 2-3 ibu yang dibantu melalui program ini. Nantinya selain mendapatkan bantuan modal usaha para ibu juga akan mendapatkan pendampingan.

Salah satu penerima manfaat program UMI, Satuni bercerita bila usaha cilok dan jajananya sepi karena biasanya pembelinya adalah siswa sekolah. Namun, karena sekolah sedang libur akibat pandemi, ia tidak dapat berjualan sebab tidak ada pembeli dan tidak memiliki modal untuk berjualan.

“Sebelumnya anak sekolah yang membeli barang dagangan ibuk, kan memang berjualannya di sekolahan, ini libur dan anak-anak tidak masuk, jadi ibu kehabisan modal. Alhamdullilah sekarang sudah dapat modal rencananya mau berjualan cilok keliling sembari buka di depan rumah,” kata Satuni.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Jember, Dian Laksana berharap nantinya program UMI ini dapat membantu para pemilik UMKM terutama UMKM Perempuan, serta dana dan pendampingan yang diberikan dapat menjadi stmulan untuk kembali menggerakkan perekonomian keluargam

"Karena seperti yang kita tau banyak perempuan yang ikut turun membantu roda perokonomian keluarga di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda ini," ungkap Dian sebagaimana rilis yang diterima Publis.id dari ACT Jember. (RF).

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga