Bunga Desaku di Sukorambi, Gus Fawait Ajak Warga Aktif Gunakan Kanal Wadul Gus’e

Oleh
Robith Fahmi - Tim Redaksi
3 Menit Membaca

JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali menggelar program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Kecamatan Sukorambi, Minggu (28/6). Program tersebut menjadi upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan publik sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di tingkat desa.

Kegiatan itu dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait, Penjabat Sekretaris Daerah, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Direktur RSD dr. Soebandi, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sukorambi, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Sukorambi.

Kepala Desa Sukorambi, H. Abdus Soim, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kehadiran langsung bupati bersama jajaran OPD mempermudah masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

“Program ini sangat membantu masyarakat. Berbagai kebutuhan warga bisa disampaikan secara langsung kepada Bupati Jember tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang. Pemerintah desa juga terbantu karena persoalan di lapangan dapat diketahui secara nyata dan langsung ditindaklanjuti,” ujar Abdus Soim.

Dalam kesempatan itu, Bupati Muhammad Fawait berdialog dengan tokoh agama, petani, kader posyandu, Muslimat, serta perwakilan RT/RW. Ia juga menyerahkan santunan kepada anak yatim dan menyosialisasikan sejumlah program prioritas Pemkab Jember.

Fawait mengatakan masyarakat perlu mengetahui berbagai layanan yang telah disiapkan pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.

“Kami ingin seluruh masyarakat mengetahui bahwa Pemerintah Kabupaten Jember memiliki berbagai program yang berpihak kepada rakyat, mulai dari beasiswa, Universal Health Coverage (UHC), perekaman KTP elektronik, penanganan stunting, hingga insentif bagi guru ngaji. Program-program ini akan terus kami perluas agar bisa dirasakan masyarakat sampai ke desa-desa,” kata Fawait.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Jember tengah menyiapkan kebijakan pemberian insentif bagi organisasi keagamaan pada tahun mendatang sebagai bentuk dukungan terhadap peran lembaga keagamaan dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.

Di akhir sambutannya, Fawait meminta masyarakat tidak segan melaporkan apabila masih menemukan pelayanan publik yang lambat atau berbelit-belit.

“Pemerintah Kabupaten Jember akan memberikan pelayanan semudah mungkin. Kalau masih ada masyarakat yang merasa dipersulit, segera laporkan melalui kanal Wadul Gus’e. Kami ingin memastikan setiap laporan ditindaklanjuti agar pelayanan publik semakin baik,” tegasnya.

Program Bunga Desaku merupakan salah satu strategi Pemkab Jember untuk menghadirkan pelayanan secara langsung di desa dan kelurahan. Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap setiap aspirasi masyarakat dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi warga. (SAR)

DITANDAI:
Bagikan Artikel ini
Exit mobile version