Kamis 09 Agustus 2018

Yayasan Assidiqi Menyiapkan Lulusan Siap Bekerja

Oleh Redaksi, PUBLIS

Ketua Yayasan Assidiqi bersama Forkopimka dan BLK serta siswa yang akan mengikuti latihan kerja / Doc Robith

PUBLIS.ID, JEMBER - Yayasan pendidikan Assidiqi yang terletak di Desa Curahlele, Kecamatan Balung bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) guna untuk menyiapkan lulusan yang siap bekerja secara profesional. Bahkan, Assidiqi sudah bekerjasama dengan beberapa perusahaan besar--salah satunya PT Smart Meter.

Demikian disampaikan ketua Yayasan Assidiqi Kyai Muchlisin Alaudin saat acara pembukaan pelatihan di Gedung SMK Assidiqi, Kamis (9/8/2018).

Acara pembukaan tersebut dihadiri Forkopimka Kecamatan Balung, diantaranya Camat Balung Widiyaka, Kepala KUA Winardi, Danramil dan perwakilan Polsek Balung serta BLK.

Kata Muchlisin, Assidiqi selama ini sudah memberangkatkan 8 siswa untuk bekerja di Smart Meter dan 3 siswa sudah mendapatkan beasiswa dari Akademi Televisi Indonesia (ATVI) sebentar lagi, 5 siswa akan kembali dikirim ke PT Smart Meter untuk bekerja di sana.

Camat Kecamatan Balung, Widiyaka menjelaskan, pelatihan seperti ini sebagai persiapan nantinya ketika sudah bekerja. Jadi, bila sudah lulus langsung siap untuk bekerja. "Tolong bila nanti adik-adik tidak faham supaya bertanya," kata Widiyaka.

Sebab latihan ini, sambung Widiyaka, berkaitan dengan tegangan listik, berbahaya. Bila bukan ahlinya akan terkena setrum. Namun, kalau sudah profesional dan faham masalah listrik, sulit untuk terkena hal-hal yang tidak diinginkan.

"Pondok pesantren ini, alhamdulillah bisa mengawal siswanya sampai nanti bekerja. Sekarang, latihan kerja untuk mendidik adik-adik sekalian agar ahli dalam masalah kelistrikan," kata Widiyaka dalam sambutannya.

Berbeda dengan Danramil Kecamatan Balung, yang mengatakan pengetahuan kelistrikan sangat bergengsi saat ini sebab masih jarang dan langka.

"Jadi, adik-adik sekalian sangat beruntung bisa mendapatkan latihan masalah kelistrikan dengan gratis pula. Dimanfaatkan sebaik mungkin supaya nanti mendapatkan ilmu yang bermanfaatnya," katanya.

Dilain waktu, perwakilan Polsek Kecamatan Balung, Senade menyebut Indonesia sebagai negara berkembang butuh orang-orang yang memiliki keterampilan. Selain itu, kata dia, dengan keterampilan akan memudahkan untuk mendapatkan pekerjaan.

"Bayangkan saja bila menganggur, sudah menikah masih menganggur. Ini berpotensi melakukan tindakan-tindakan kriminal seperti halnya mencuri dan lain sebagainya. Tapi, bila memiliki soft skill insyaallah enak kehidupannya nantin," ujar Senade.

Ketua Yayasan Assidiqi, Muchlisin Alaudin sebelum menutup acara berharap siswa Assidiqi nantinya menjadi siswa yang siap bekerja secara profesional terlebih memiliki ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat. (RF).

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga