Sabtu 03 Februari 2018

Warga Bangsal Mengaku Diperas Oknum Wartawan

Oleh Fahmi Robith, PUBLIS

PUBLIS.ID, Jember - Nama wartawan kembali tercoreng, seorang warga asal Kecamatan Bangsal mengaku telah diperas oleh dua oknum wartawan di Kecamatan Tanggul.

Sebut saja Zen, pada PUBLIS.ID, Jum'at (2/2/2018) mengatakan, dirinya diancam akan diberitakan bila tidak membayar uang tutup mulut senilai 30 juta.

Saat itu, lanjut Zen, ketika dirinya berada di Madura, tiba-tiba kawan lamanya yang di Kabupaten Lumajang menghubungi dan ingin bertemu lantaran ada sesuatu yang penting ingin disampaikan.

Zen penasaran tapi kawannya tidak menyampaikan perihal penting apa. Sepulangnya dari pulau garam, istri Zen mengatakan bila ada dua orang laki-laki yang mencari dirinya, satu berambut panjang dan satunya berambut pendek.

"Saya semakin penasaran, mungkin laki-laki tersebut ada kaitannya dengan apa yang akan disampaikan oleh kawan saya yang di Lumajang itu," ujar Zen.

Kemudian, sambung Zen, dirinya menghubungi kawannya. Ternyata benar, kawannya mengenal kedua lelaki tersebut, malah menceritakan bahwa kedua lelaki tersebut adalah wartawan yang ingin mempublikasi pernikahan Zen dengan istri mudanya.

"Saya tidak menjadi masalah, toh saya nikahnya resmi dan orang tua juga sudah faham tentang pernikahan saya dengan istri kedua saya, ini kan masalah pribadi dan tidak merugikan siapapun," akunya.

Beberapa hari kemudian, Zen menemui kedua oknum wartawan tersebut di daerah Kecamatan Tanggul. Di sebuah warung, Zen ditekan oleh kedua oknum tersebut untuk membayar.

"Saya diancam akan diberitakan, akan diadukan pada istri pertama saya. Pokoknya, seolah saya salah banyak, katanya saya juga melanggar undang-undang. Lah, undang-undang yang mana yang saya langgar," tuturnya.


Lantaran khawatir terjadi sesuatu, memfitnah dan lain sebagainya, Zen membayar pada kedua oknum tersebut Rp. 500.000. Naasnya, uang sedemikian menurut mereka sebuah pelecehan.

"Akhirnya saya tambai lagi 500 ribu. Sempat saya rekam tapi tidak terdengar karena mereka menghindar. Mungkin, mereka sudah faham," kata Zen.

Mereka, kata Zen, bernama Khoiry dan satunya Murtalem. Sering beroperasi di daerah selatan Kabupaten Jember dan daerah Kabupaten Lumajang.

"Semoga kejadian ini ada hikmahnya. Terlebih, kepada banyak orang agar berhati-hati dengan keberadaan kedua oknum wartawan tersebut, jangan sampai mendapatkan masalah yang sama seperti saya," harapnya.

Fahmi Robith

Write is my life

Baca Juga