Selasa 28 November 2017

Seggengam Warisan Syair

Oleh Abdullah Elly, PUBLIS

Geisz Chalifah, tokoh muda Pergerakan yang Sukses dalam Membina Pendidikan Islam. (FOTO: ISTIMEWA)

PUBLIS.ID, Jakarta - Orang Arab di kenal dengan lantunan syairnya yang indah. menceritakan tentang latar belakang sejarah mereka, kesultanan, percintaan, Pujian  dan sholawat kepada sang baginda Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wassalam yang sering kita dengaar itu lah syair yang menjadi warisan nenek moyang mereka. 

Di Jasirah Arab syair masih trus mendayu-dayu dan merintih bagaikan burung yang sedang berkicau, syair biasanya di iringi oleh alat musik suling dan rabana / gendang, Syair biasanya dilantunkan ketika ada acara formal seperti hajatan pernikahan, acara pemerintahan, menyamput peperangan atau acara kesultanan. 

Dalam artikelnya Zaffry Alkatiry dengan judul Menghilangnya Tradisi Bersyair pada Masyarakat Keturunan Arab di Pesisir Utara Jawa yang diangkat oleh SUSURGALUR (2 Semptember 2013), Jurnal Kajian Sejarah & Pendidikan Sejarah. – para penyair merupakan profesi khusus yang bisa turun-Menurun dalam masyarakat bersangkutan. Mereka mempunyai kedudukan istimewa di mata setempat. Para penyair, dalam tradisi masyarakat maupun penguasa setempat. Para penyair, dalam tradisi masyarakat yang masih mempertahankan budaya lisan tersebut, adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan menghafal dan bertutur yang sangat kuat, itulah sebabnya, mereka dipertahakan  dan dilestarikan.

Jiwa bersyair ditangkap dengan cantik oleh Peranakan arab Indonesia (muwallad). Yang kini sudah menciptakan ratusan syair untuk penggiat musik gambus dan melayu.


Iklan2


Asal mula masuknya musik dan alat musik gambus ke daerah-daerah di Indonesia, bersamaan dengan masuknya pengaruh Islam ke daerah yang bersangkutan, sehingga warna musiknya pun bernafaskan islam dengan syair berbahasa Arab. Dalam perkembangannya, musik gambus juga di perkaya dengan syair berbahasa melayu dan india. Disamping juga membawakan lagu-lagu daerah dengan berbagai ragam variasi dalam jumlah kelengkapan alat musik. Akhirnya, tidak jarang kita menemukan di pelosok-pelosok, sebuah orkes kecil mempergunakan Instrumen bernama gambus. 

Konon musik gambus dibawa oleh walayti Saleh bin Awad bin Thalib, dan pada saat itu gambus tidak diterima oleh masyarakat Indonesia jaman dulu, lalu gambus dikombinasi oleh budaya Indonesia sehingga terjadilah zafin melayu. Murid dari Saleh Bin Awad Bin Thalib ini adalah Syaikh Albar bapak dari musisi Ahmad Albar. Syaikh Albar bersama Segaf Assegaf adalah perintis musik gambus di Indonesia.


BACA JUGA: 

Tausiah Kebangsaan Anies-Sandi Kembali Membayar Janji Kampanye kepada Warga DKI Jakarta


Menurut Narasumber Abdullah Batarfie, seorang Pemerhati sejarah Arab Indonesia dan juga Pemerhati sekaligus Penikmat Musik Melayu, hasil wawancara via Whatsapp Massengger. Cikal bakalnya musik melayu berakar dari Qasidah. Secara harfiah Qasidah mengandung arti syair epic kesustraan Arab yang dinyanyikan . penyair membacanya dengan berirama berisi lyric pujian-pujian kepada Allah dan Rosulnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh penyebaran Islam di Nusantara dari dan Persia. Oleh sebab itu awalnya syair yang dipakai adalah semula dari Gurindam yang dinyanyikan, dan secara berangsur kemudian dipakai juga untuk mengiringi tarian. Pada waktu itu sejak dibuka Suez terjadi arus migrasi orang Arab dan Mesir masuk Hindia Belanda tahun 1870 hingga setelah 1888, mereka membawa alat musik Gambus dan bermain Musik Arab. 

Menurut Abdullah Batarfie,

Pengaruh ini juga bercampur dengan musik tradisional dengan syair Gurindam dan alat musik trasional local seperti gong, srunai dan sebagainya. kemudian sekitar tahun 1940, lahir Musik Melayu Deli, tentu saja gaya permainan musik ini tidak hanya menyanyikan syair Gurindam. Tetapi sudah jauh berkembang sebagai musik hiburan nyanyian dan pengiring tarian khas Orang Melayu pesisir timur Sumatera dan Semenanjung Malaysia. Dengan perkembangan teknologi elektronik sekitar setelah tahun 1950. Maka mulai diperkenalkan pengeras suara, gitas elektro, bahkan perkembangan keyboard. Dan tak kalah penting adalah perkembangan industry rekaman sejak tahun 1950. Dari era inilah kemudian dipengaruhi lagu-lagu india yang saat itu merajai industri film di asia.


Iklan2


Penikmat syair pasti akan terbawa akan lantunan yang dibawakan oleh penyair, hanyut terbuai oleh irama musik dan syairnya. Penikmat bisa nangis merintih dan senang tak terhingga dengan penuh penghayatan. Artist dan musisi Melayu ternama juga dibanjiri oleh Orang Arab di Indonesia. Seperti: M Mashabi, A Kadir, Husin Bawafi, Hadi Mahdami , Munif Bahaswan dan masih banyak lagi.

Penggas Jakarta Melayu Festival juga memiliki seni penyair, terbukti ketika Geis Chalifah menciptakan lyrik Mars JMF, dalam pembukaan JMF 20 Agustus 2016 kemarin penikmat melayu di hadiahkan Mars JMF. Geisz mengakui dalam wawancaranya. Bahwa Melayu banayak dipengaruhi islam, iya, bahkan gitar melayunya digunakan oleh oud, imbaunya dalam wawancara.

Lyric Mars JMF sangat nampak sekali mewakili dari sejarah melayu,

Berikut Syair Mars JMF ciptaan Geisz Chalifah :


Dari sudut negri kami khabarkan.
Tentang cinta yang melekat di sanubari
Dari pesisir pantai anak negri melambai Menarikan tarian cinta…. Tari melayu..
Di tenga gelombang, kami berkhitmat.
Menjaga marwah budaya.. merawat tradisi.
Mengalunkan syair lagu melayu.
Tepak rebana petikan gitar..  mengiring langkah zafin saling bertaut.. 
Elok dimata dijiwa… memandang negri berlimpah rahmat..
Salamm.. salam anak negeri.. salam.. salam.. salam.. dari negri melayu..


Sumber :

  • Artikel Zaffry Alkatiry dengan judul Menghilangnya Tradisi Bersyair pada Masyarakat Keturunan Arab di Pesisir Utara Jawa yang diangkat oleh SUSURGALUR (2 Semptember 2013), Jurnal Kajian Sejarah & Pendidikan Sejarah.
  • Wawancara Abdullah Batarfie, sejarah Musik melayu
  • Wawancara Geisz Chalifah, lyrik Mars JMF

Abdullah Elly

Lahir di Jakarta, Abdullah Elly adalah anggota aktif Asy-Syabab Muslimin sekitar tahun 2008, sebelum mendirikan Pemuda Islam Sosial (PIS) pada tahun 2013. Sekarang dia bertugas sebagai wakil sekretaris jenderal di Al-Irsyad.

Baca Juga