Senin 09 April 2018

Santri Jember Deklarasikan AIS Hadapi Era Digital

Oleh Redaksi, PUBLIS

Usai deklarasi dan peresmian AIS Jember, seluruh pengurus / Doc Robith Fahmi

PUBLIS.ID, Jember – Sekelompok santri di Kabupaten Jember, mendeklarasikan Arus Informasi Santri (AIS) guna menghadapi tantangan di era digital dan sebagai benteng dari berbagai informasi hoax serta mengangkat kreatifitas santri ke publik. Deklarasi dilakukan di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Koordinator AIS Jember, Mahbub Junaidi mengatakan, Minggu (8/4/2018), deklarasi AIS Jember ini sebagai pembuktian bahwa kedepannya santri juga bisa turut serta meramaikan era digital dengan semangat kreatifitas khas santri. Sehingga, mampu mengangkat nama baik santri ke publik lebih luas.

Selain persoalan tersebut, kata Mahbub, berdirinya AIS juga tidak terlepas dari permasalahan berita hoax yang kian mengkhawatirkan, sebab informasi hoax yang beredar ada pula yang menyudutkan santri—terlebih menyudutkan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama.

Permasalahan tersebut menurut Mahbub tidak bisa dibiarkan atau santri menutup mata, sehingga perlu ada sebuah gerakan di media sosial atau pun media maenstream guna untuk memfilter dan membentengi nama baik santri dari berita hoax.

Deklarasi dan peresmian tersebut, dihadiri gus dan neng dari sejumlah pondok pesantren, puluhan santri dari berbagai pondok, pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, KH. Abdullah Muzakka Farouq serta Koordinator AIS Jawa Timur atau biasa disebut dengan AIS Jawi Wetan, Ulin.

Informasi yang berhasil dihimpun Publis.id deklarasi dan peresmian AIS Jember ini, sudah dipersiapkan sejak tiga bulan yang lalu, namun karena persoalan tekhnis akun official masing-masing pesantren sehingga menjadi salah satu penyebab acara terus diundur. Selain itu, disebabkan benturan dengan berbagai agenda masing-masing pondok pesantren yang akan tergabung dalam AIS Jember.

Koordinator AIS Jawi Wetan, Ulin yang turut berkesempatan memberi sambutan mengatakan, nantinya AIS Jember bisa bersinergi di media sosial, baik itu dalam persoalan dakwah atau dalam hal mengarahkan isu-isu yang kurang baik terhadap santri untuk diluruskan ke arah yang lebih baik.

Ulin berharap, AIS Jember nantinya bukan hanya sekedar berdiri kemudian hilang namanya, namun sanggup menjadi AIS progresif agar nantinya mampu menjadi AIS percontohan bagi daerah lainnya. (RF/M)

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga