Senin 28 Mei 2018

Polres Jember Hanya Menahan 25 dari 295 Pelaku Yang Terjaring dalam Operasi Pekat

Oleh Redaksi, PUBLIS

Saat Polres Jember melakukan rilis di halaman Mapolres Jember / Doc Minto

PUBLIS.ID, JEMBER - Polres Jember berhasil mengamankan ratusan pelaku dalam operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama sepekan. 295 pelaku terjaring dan 25 ditetapkan tersangka yang mana saat ini dilakukan penahanan.

"Operasi Pekat ini belum selesai. Baru setengah perjalanan kami sudah berhasil mengamankan 295 pelaku," kata Kapolres Jember, Kusworo Wibowo saat menggelar rilis di halaman Mapolres, Senin (28/5/2018) siang.

Pelaksanaan operasi pekat ini dimulai dari 21 Mei - 1 Juni 2018 yang berlangsung 12 hari. Baru satu minggu, pihaknya sudah berhasil mengamankan 295 pelaku. Akan tetapi menurut Kusworo, tidak semuanya pelaku bisa dilakukan penahanan.

Kusworo menjelaskan, untuk ancaman penjara yang dibawah 5 tahun tidak akan dilakukan penahanan, tetapi yang bisa dilakukan penahanan hanya 25 tersangka yaitu mereka yang terlibat kasus prostitusi, kasus perjudian, petasan, dan narkoba.

Adapun hasil operasi pekat yang dilaksanakan selama satu minggu pihaknya mendapati kasus premanisme sebanyak 206 kasus yang terdiri dari mabuk - mabukan di tempat umum, pungli atau pemalakan dengan membawa senjata tajam, mengamen secara paksa, parkir liar.

"Selain premanisme juga ada kasus prostitusi, porno grafi, judi, bahan peledak (petasan), narkoba dan miras,"terangnya.

Untuk prostitusi sendiri, kata Kusworo, ada 5 kasus, pornografi sementara ini nihil, judi ada 8 kasus, petasan 8 kasus, narkoba 5 kasus, sedangkan untuk miras 6 kasus. Adapun untuk miras ini adalah dari hasil membeli alkohol 70% pembersih luka yang dicampur sendiri dengan suplemen yang memiliki rasa lalu dicampur untuk dikonsumsi. Ini berbahaya, "Kemudian juga untuk kasus prostitusi ada 5 kasus dengan 12 tersangka," pungkasnya. (MYN).

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga