Sabtu 11 Agustus 2018

Penerima PKH Iuran Lakukan Baksos untuk Warga Tidak Mampu

Oleh Redaksi, PUBLIS

Rohillah dan ketua kelompok Ibu Halimah saat menyalurkan baksos pada ibu Saminten / Doc Robith

PUBLIS.ID, JEMBER - Penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Dusun Krajan Pakem, Desa Curahlele, Kecamatan Balung iuran untuk Bakti Sosial (Baksos) pada warga yang tidak meneima PKH.

Pendamping PKH Kecamatan Balung, Rohillah Birriyah yang menangani Desa Curahlele mengatakan, Program Keluarga Harapan digelontorkan oleh pemerintah bagi warga tidak mampu yang sudah lansia dan warga yang memiliki balita serta anak sekolah.

"Agar mudah penyalurannya, kami membuat kelompok penerima PKH. Diketuai oleh penerima PKH sendiri. Dalam satu kelompok jumlahnya variatif ada yang 23 ada pula yang sampai 30," kata Rohillah pada Publis.id, Sabtu (11/8/2018).

Ketua kelompok itu, kata Rohillah, nantinya yang akan mengkoordinir anggotanya bila ada pertemuan kelompok. Saat pertemuan, pendamping memberikan arahan pada penerima PKH dan juga diisi hal-hal positif lainnya.

"Kebetulan, pertemuan kemaren penerima PKH ada yang berinisiatif untuk iuran untuk kemudian dibelikan sembako dan diberikan pada warga yang tidak mampu yang tidak menerima PKH," tutur Rohillah.

Sebenarnya, sambung Rohillah, masih banyak warga yang tidak mampu dan tidak menerima PKH. Bahkan, belum menerima bantuan sama sekali oleh pemerintah, oleh karenanya penerima PKH Dusun Krajan Pakem berbagi dengan yang lainnya meskipun jumlahnya terbilang sangat kecil asalkan bisa membantu sesama.

"Ada 2 kelompok hari ini yang melakukan Baksos. Pertama kelompok yang diketuai Ibu Romlah dan kelompok yang diketuai Ibu Halimah. Baksos diberikan pada 4 orang yakni Ibu Nemmu, Ibu Saminten, Ibu Siti Hamidah dan Ibu Asminah," ungkap Rohillah.

Siti Hamidah misalnya, selama ini dari pemerintah hanya menerima bantuan beras, itu pun masih harus nebus. Usianya sudah terbilang tua dengan satu anak yang kira-kira baru lulus SMA. Putrinya tidak melanjutkan sekolah lantaran ketiadaan biaya, suaminya hanya buruh serabutan.

Selain Siti Hamidah, ada juga Asminah yang hidup semata wayang di rumah reotnya. Usianya sudah masuk lansia namun belum menerima PKH. Asminah mengaku pernah mendapat bantuan kambing dulu 4 ekor namun mati semua. (RF).

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga