Senin 16 April 2018

Pemasangan APK di Jember Tidak Sesuai Titik dan Mengganggu Aktivitas Warga

Oleh Redaksi, PUBLIS

APK yang terpasang asal-asalan di pinggir jalan / Doc Minto

PUBLIS.ID, JEMBER - Sejak memasuki tahapan kampanye  Pasangan Calon (Paslon) Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak, dan Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno dalam Pilgub Jatim 2018 beberapa minggu yang lalu, Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) Pilgub Jatim 2018 di Kabupaten Jember, di sejumlah tempat (titik) pemasangannya tidak merata. Namun ada pula yang setelah dilakukan pemasangan APK justru diturunkan oleh warga sebab mengganggu aktivitas pekerjaannya sehari - hari dan juga ditengarai ketidaksesuaian dengan penempatan titik - titik yang telah disampaikan oleh PPK ke KPU Jember.

"Hingga hari ini pemasangan APK berupa umbul - umbul hanya terpasang disatu titik saja. Yaitu dipertigaan lampu merah Gumukmas, "kata Ketua PPK Gumukmas, Fajar Wahyu Novianto, Senin (16/4/2018) siang.

Itupun saat pemasangannya, kata Fajar, tidak ada pemberitahuan sama sekali yang Ia terima dari pihak penyedia APK. Akibat kurangnya komunikasi yang dilakukan oleh pihak penyedia akhirnya pemasangan APK tidak sesuai penempatannya (titik pemasangan). Dalam hal ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Panwascam terlebih dahulu kira - kira langkah apa yang nantinya bisa dilakukan.

"Itu sudah menjadi kewenangan pihak Panwascam,"terangnya.

Dia menambahkan, tidak hanya kesalahan penempatan APK saja yang dilakukan oleh penyedia. Hingga kini APK berupa spanduk seruan mencoblos dan gambar masing - masing Paslon di setiap desa belum terpasang.

Sementara ketua Panwaslu Gumukmas, Lukmanul Hakim mengatakan, dengan adanya temuan pemasangan APK yang tidak sesuai dengan titik penempatan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Bawaslu Jember. Jadi nantinya dia akan menunggu informasi dari Bawaslu setempat dan tindakan apa yang akan dilakukannya nanti terkait pesangan APK di wilayah Kecamatan Gumukmas.

"Kalau harus dilakukan penertiban maka kami siap untuk menjalankannya, "tegas Lukman.

Tidak hanya terjadi wilayah Kecamatan Gumukmas saja belum terpasang dan kesalahan pemasangan penempatan APK. Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Tempurejo. Bahkan, menurut ketua Panwaslu Tempurejo, Achmad susanto, APK yang sudah dilakukan pemasangan oleh pihak penyedia dibeberapa tempat ada yang dicopot atau diturunkan oleh warga setempat.

"Karena keberadaan APK itu tidak sesuai titik penempatannya dan mengganggu aktivitas bisnis warga dalam mencari rejeki. Harusnya pihak penyedia melakukan kordinasi terlebih dahulu saat mau melakukan pemasangan agar tidak salah titik - titik yang telah ditentukan," ujarnya.

Lebih lanjut Santo menjelaskan, hingga kini APK di masing - masing desa yang ada di wilayah Kecamatan Tempurejo juga belum terpasang. Seharusnya disetiap desa terpasang kurang lebih APK  berupa spanduk seruan untuk mencoblos dan gambar masing - masing Paslon.

Pantauan Publis.id di lapangan, diduga hampir seluruh Kecamatan dan desa atau kota di Kabupaten Jember belum terpasang APK. Selain di Wilayah Kecamatan Tempurejo dan Gumukmas, di Kecamatan Balung pun hal serupa juga terjadi. (Myn).

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga