Kamis 09 Agustus 2018

Menyimak Pesan Kepala KUA Balung untuk Siswa Assidiqi

Oleh Redaksi, PUBLIS

Kepala KUA Kecamatan Balung memakai kopiah hitam / Doc Robith

PUBLIS.ID, JEMBER - Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatam Balung turut hadir dalam acara pembukaan pelatihan kerja SMK Assidiqi Desa Curahlele yang bekerjasama dengan Badan Latihan Kerja (BLK) di Gedung SMK Assidiqi, Kamis (9/8/2018).

Kepala KUA Balung Winardi berpesan, supaya siswa yang telah lulus nanti tidak langsung menikah sebab masa depannya masih panjang dan masih banyak yang perlu dilakukan, khususnya dalam hal menuntut ilmu.

"Sekarang dan zaman dulu itu berbeda. Kalau dulu, masih SD sudah tunangan, ketika lulus sudah menikah. Tidak perlu khawatir tidak akan menikah sebab nanti pasti ada jodohnya," ujar Winardi.

Kata Winardi, ditinjau dari ilmu medis, perempuan mampu membuahi secara sempurna itu ketika sudah berusia 22 tahun. Apabila berkurang dari itu, masih belum kuat untuk membuahi.

"Selain secara medis, orang menikah itu juga harus siap mentalnya. Bilang ke orang tua, jangan menikah dulu pak, menikah muda itu orang dulu. Saya ingin mandiri terlebih dahulu, laki dan perempuan sama, harus mandiri dengan mempunyai keterampilan,"ungkapnya.

Sekarang harus punya skill sebab kata Winardi, sarjana sekarang tidak jauh berbeda dengan SMA. Dulu, sarjana mudah mencari kerja. Tapi, sekarang sarjana pengangguran itu banyak. Jadi, harus memiliki keterampilan khusus dan pelatihan seperti ini bagus.

"Di Jember ini, setiap tahun 5000 orang cerai, persoalan utamanya karena ekonomi. Suami tidak memiliki pekerjaan karena tidak memiliki keterampilan akhirnya pisah," katanya.

Lanjut Winardi, "Tahun 97 ketika saya ditugaskan di Ledokombo, perempuan umur 17-18 itu sudah banyak yang menjadi janda. Hasil penelitian saya, santri belum ngaji kitab kamil saja oleh kiyainya sudah dinikahkan, di Silo itu juga hampir sama, makanya jangan kesusu menikah,"

Kata Kepala KUA yang sudah malang malintang di sejumlah KUA se-Kabupaten Jember tersebut. Sekarang, bila ingin menikah harus memiliki sertifikat terlebih dahulu dan ini program pemerintah, untuk guru harus melampirkan akta 4.

Diakhir penjelasan, Winardi berharap siswa Assidiqi menjadi seseorang yang memiliki keterampilan dan skill yang baik sehingga ketika sudah berumah tangga nantinya mudah mencari pekerjaan dan mampu secara ekonomi, terlebih mampu membangun keluarga dunia dan akhirat.

Ketua Yayasan Assidiqi, Kyai Muchlisin mengamini apa yang disampaikan Kepala KUA Balung tersebut. Serta yakin bila siswa Assidiqi insyaallah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat nantinya.

Kyai Muchlisin juga berterima kasih atas kedatangan Forkopimka Kecamatan Balung serta BLK yang sudah memberikan pesan semangat dan motivasi untuk siswa Assidiqi. (RF).



Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga