Sabtu 31 Maret 2018

Masyarakat Cerdas Bawaslu Tegas

Oleh Redaksi, PUBLIS

Ilustrasi dari Google Picure

Demokrasi, menurut  Abraham Lincoln sederhananya diartikan dibentuk dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Maka dari itu, sudah sewajarnya bila rakyat yang menjadi penentu siapa yang layak untuk menjadi pemimpinnya melalui proses pemilihan langsung. Sebab rakyat pula yang akan merasakan manis pahitnya kebijakan yang dibuat oleh pemimpin yang telah dipilihnya sendiri, bila salah pilih, konsekuensinya harus ditanggung bersama selama lima tahun. Nah, agar hal demikian tidak terjadi, syaratnya hanya satu, jadilah masyarakat yang cerdas.

Proses pesta demokrasi yang demikian panjang, berat rasanya bila hanya menjadi tugas penyelenggara pemilu, ciri-ciri masyarakat yang cerdas, seyogyanya turut serta membantu mensukseskan, tidak hanya sekedar menjadi pemilih di bilik suara melainkan juga turut serta menjaga dan bersama-sama saling mengingatkan untuk menjauhi segala bentuk yang mengarah pada pelanggaran pemilu.

Mari kita dorong penyelenggara pemilu untuk benar-benar bisa mengaplikasikan PKPU Nomor 4 Tahun 2017, Pasal 2 yang berbunyi penyelenggara pemilu berpedoman pada asas Mandiri, Jujur, Adil, Kepastian Hukum, Tertib, Kepentingan Umum, Keterbukaan, Proporsionalitas, Profesionalitas, Akuntabilitas, Efesiensi, Efektivitas dan Aksesibilitas. Bila hal demikian berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin pesta demokrasi yang akan datang benar-benar akan melahirkan pemimpin yang menjadi harapan bersama.

Sebagaimana tag line Bawaslu ‘Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’ tidak ada lagi Money Politic, Politik Sara, apalagi Black Campaign. Ketika masyarakat sudah cerdas dan Bawaslu Tegas, persoalan demikian akan tuntas. Keduanya harus bisa bersinergi dengan baik, bila terjadi pelanggaran, jangan didiamkan tapi laporkan. Tidak mungkin Bawaslu bisa mengawasi semuanya, dalam satu desa saja hanya ada satu Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) butuh kerjasama dan keaktivan masyarakat.

Ada pepatah mengatakan, sebaiknya sedia payung sebelum hujan. Nah, sebelum terjadi pelanggaran pemilu, mari kita gelorakan pemilu yang adil, jujur dan terbuka sebagaimana menjadi harapan kita bersama, tulis pesan-pesan positif di media sosial, beri pemahaman pada orang terdekat, keluarga, pacar. Eh, kalau jomblo cukup sahabat atau incaran juga tidak apa-apa. Yang jelas, harus bisa menjadi Masyarakat Cerdas dan Bawaslu harus tegas. Salam awas.

Penulis : Robith Fahmi

Aktivis Pemuda Desa, Guru, Tani dan Komisioner Panwaslu Kecamatan Balung, Kabupaten Jember.


Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga