Senin 04 Desember 2017

Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh Terbunuh

Oleh , PUBLIS

Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh saat menghadiri sebuah acara yang diadakan untuk memperingati 30 tahun berdirinya partai Kongres Rakyat Rakyat di Sanaa, Yaman, 24 Agustus 2017. (FOTO: REUTERS/Khaled Abdullah).

PUBLIS.ID, Yaman - Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh tewas di ibukota Sanaa, Kematiannya menimbulkan pukulan bagi harapan perdamaian dalam konflik Yaman yang berkepanjangan, dan tampaknya malah mengobarkan apa yang telah menjadi perang proxy antara Arab Saudi dan Iran, yang mendukung Houthi.

Abdullah Saleh meninggal setelah menghadapi beberapa hari pertempuran sengit antara pasukannya dan pemberontak Houthi, seorang pembicara senior Saleh mengatakan kepada media CNN.


Iklan2


Kementerian Dalam Negeri Sanaa yang dikontrol Houthi mengumumkan kematian Saleh dalam sebuah pernyataan. "Milisi pengkhianat sudah selesai dan pemimpin mereka telah terbunuh," menurut pernyataan tersebut.

Kematiannya terjadi dua hari setelah Saleh mengumumkan bahwa dia berpisah dengan mantan sekutunya Houthi, dan bahwa dia ingin "membuka lembaran baru" mengenai hubungannya dengan koalisi pimpinan-Saudi yang telah meluncurkan intervensi militer di Yaman pada tahun 2015. Koalisi menyambut baik ajakan tersebut dan memberikan bantuan serangan udara untuk membantu Abdullah Saleh dalam pertempuran sengit melawan pemberontak Houthi.


Jalan Keluar Perdamaian.

PBB pada hari Sabtu mendesak semua faksi untuk segera datang ke meja perundingan dan untuk terlibat dalam proses perdamaian. “Kami mengulangi posisi kami bahwa solusi politik adalah satu-satunya jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan di Yaman,” Utusan Khusus untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed mengatakan dalam sebuah pernyataan.


Iklan2


Warga ibukota Yaman, rumah bagi sekitar 5 juta orang, mengatakan bahwa 24 jam terakhir menandai perang paling mematikan di Yaman. Pertarungan dan ledakan jalanan yang tak henti-hentinya meluas ke seluruh kota, menurut penduduk, sekolah dan rumah sakit menutup pintu mereka. Sedikitnya 125 orang tewas dan 238 lainnya diketahui telah terluka dalam pertempuran dalam lima hari terakhir ini, juru bicara Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan. Juru bicara tersebut juga menambahkan bahwa ICRC mendesak untuk memasok bahan bakar untuk generator dan obat-obatan ke dua rumah sakit utama di Sanaa yang "sangat kritis" dalam pasokan "karena tidak ada impor komersial yang masuk ke negara ini."


Ali Abdullah Saleh: Orang Kuat Lama.

Ali Abdullah Saleh naik ke tampuk kekuasaan sebagai bagian dari kudeta militer, dan menjadi presiden Yaman Utara pada tahun 1978. Setelah penyatuan Yaman Utara dan Yaman Selatan pada tahun 1990 dia menjadi presiden Yaman bersatu.

Abdullah Saleh secara resmi mengundurkan diri sebagai presiden pada tahun 2012, kurang dari setahun setelah demonstrasi melanda Yaman sebagai bagian dari “The Arabs Springs”. Dia kembali muncul sebagai pemain politik utama dalam beberapa tahun terakhir, bergabung dengan pemberontak Houthi dalam perjuangan mereka melawan pasukan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi, mantan sekutunya.


Iklan2


Arab Saudi telah memimpin sebuah koalisi negara-negara Teluk melawan pemberontak Houthi yang menggulingkan pemerintah pro-Saudi yang diakui secara internasional di Yaman pada tahun 2015. Presiden pemerintahan tersebut, Abdu Rabu Mansour Hadi, telah tinggal di Arab Saudi sejak pemberontak tersebut mengambil alih istana kepresidenan awal tahun itu. Kantor Hak Asasi Manusia PBB telah mendokumentasikan lebih dari 13.800 korban sipil, termasuk lebih dari 5.000 orang yang terbunuh sejak pertempuran dimulai. Angka tersebut diyakini merupakan sebagian kecil dari keseluruhan korban tewas.

Baca Juga