Sabtu 09 Juni 2018

La Tahzan Road Show ke Pojok Kampung Bagikan Santunan dan Zakat

Oleh Redaksi, PUBLIS

Saat La Tahzan usai membagikan bingkisan dengan sesi foto bersama / Doc Robith Fahmi

PUBLIS.ID, JEMBER - Sepanjang bulan ramadhan, sejak tanggal 4 sampai 9 Juni 2018, Badan Amil Zakat La Tahzan bekerjasama dengan Ampo, Percetakan Surabaya 45, Arek Lancor, BNI Syariah, Kopi Rakyat, Enigmapictures dan HMPS MAZAWA IAIN Jember melakukan Road Show ke setiap pojok kampung untuk membagikan santunan dan bingkisan.

Ketua La Tahzan, Mahrus Sadikin pada Publis.id mengatakan, Sabtu (9/6/2018) pihak yang bekerjasama dengan La Tahzan lantaran memiliki satu visi dan misi yang sama, memiliki satu rasa, turut merasakan apa yang dirasakan oleh anak yatim dan dhuafa, lebih-lebih menjelang Idul Fitri di mana semua orang sibuk berbelanja mulai dari baju baru hingga menu makan yang istimewa.

"La tahzan ini lahir semata-mata untuk menjadi penyambung lidah anak yatim dan kaum dhuafa serta menjadi pelindung bagi mereka, serta untuk membesarkan jiwanya agar bisa tetap terus semangat dalam menata hidup, walau pun dalam keseharianya, mereka selalu dibalut dengan kesedihan dan kesepian," ujar Mahrus.

Mahrus yang juga Kepala Sekolah SMK Plus Nurul Ulum, Kecamatan Panti tersebut berharap  dengan hadirnya La Tahzan bisa menjadi lentera yang akan menyinari hidup setiap nafas kesusahan, menghapus setiap kesedihan dan mampu membawa kebahagiaan pada setiap orang.

Diakhir Road Show, selain membagikan santunan juga memberi bingkisan pada anak yatim di sekretariat La Tahzan. Acara dihadiri Dinkes Kec. Panti, Hipmi Jember, Manajemen Kopi Rakyat, Mahasiswa Unej, HMPS Mazawa IAIN Jember serta hiburan gambus IAIN Jember Nadiayah Aysyiah

Dilain waktu, penasehat La Tahzan yang juga pengasuh Ponpes Nulum Ulum Panti, KH. Hanif Abd. Razaq menyampaikan, dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi nafas baru bagi para anak yatim dan dhuafa dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya serta ikut serta dalam mengentaskan permasalahn sosial kemasyarakatan yang sedang melanda bangsa Indonesia.

"Juga mampu mengurangi kesenjangan sosial yang ada. Lebih-labih dibulan suci ini dimana alquran diturunkn. Setiap agama mengajarkan, bahwa dalam rizki yang dititipkan Tuhan pada kita sesungguhnya ada yang bukan merupakan hak kita melainkan wajib kita keluarkan, agar lebih berkah dan lebih amanah hidup kita," katanya.

"Masih banyak anak-anak yatim Indonesia yang hidup kurang layak, putus sekolahnya, namun kurang mendapat perhatian masyarakat dan bahkan aparatur pemerintahnya sehingga mereka harus berjuang sendiri mencukupi kebutuhan hidupnya, maka dari situlah La Tahzan ada," ungkap KH. Hanif (F).

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga