Rabu 14 Maret 2018

Keluarga TKI yang Meninggal di Malaysia Terima Akta Kematian dari Dispendukcapil

Oleh Redaksi, PUBLIS

Saat proses akan menyerahkan akta kematian Ahri pada kelurga / Doc Robith

PUBLIS.ID, Jember - Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ahri yang meninggal di Johor, Malaysia akibat kecelakaan kerja tersengat aliran listrik, 11 Maret 2018 lalu, hari ini menerima akta kematian dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

Sebenarnya akta kematian tersebut  akan diserahkan pada hari Selasa kemarin bersamaan dengan kedatangan jenazahnya, namun karena ada tugas kedinasan yang mengharuskan berangkat ke Surabaya akhirnya tertunda

Demikian kata Kepala Dispendukcapil Jember, Sri Wahyuniati pada sejumlah media di rumah duka, Rabu (14/3/2018) siang. "Dan baru hari ini bersama pegawai Dispendukcapil lainnya bisa datang ke rumah korban untuk melakukan penyerahan akta kematian kepada pihak keluarga," ujar Wahyuni.

Menurut Wahyuni, akta kematian penting sebab banyak kegunaannya, pertama untuk persyaratan pengurusan pembagian waris, baik bagi istri atau suami maupun anak dan untuk keperluan jika akan menikah lagi.

Selain itu, sambung Yuni, bisa untuk kepengurusan uang duka, tunjangan kecelakaan dan lain sebagainya jika itu diperlukan, sebab akta kematian ini ialah sebagai pembuktian kematian seseorang.

Pihaknya menghimbau kepada warga masyarakat Jember untuk secepatnya mengurus akta kematian jika ada sanak keluarganya yang sudah meninggal dunia. "Karena sangat penting dan juga gratis dalam kepengurusannya," katanya.

Tidak sekedar menyerahkan akta kematian, Wahyuni bersama rombongan juga menyerahkan paket sembako dari Bupati Jember, dr. Faida MMR. (RF).

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga