Kamis 21 Juni 2018

Kelompok Pengajian Pejuang Subuh Gelar Syukuran dan Muhasabah Bersama

Oleh , PUBLIS

Saat acara berlangsung gelar syukuran dan muhasabah bersama di mana masuk sesi kajian keislaman / Doc Rhama Melo

PUBLIS.ID, INHIL – Kelompok pengajian Pejuang Subuh Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir Gelar Syukuran setelah berhasil menyabet juara tiga lomba Pawai Takbir malam hari raya Idul Fitri. Selain itu, juga melakukan muhasabah (Instropeksi) bersama usai menjalankan sholat isya’ berjamaah di Masjid Raudlatul Muslimin.

 

Ketua Koordinator Pawai takbir kelompok pengajian Pejuang Subuh, Arya Suanda mengatakan, “Terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas partisipasi seluruh anggota pejuang subuh atas ke ikut sertaannya dalam lomba pawai takbir malam hari raya idul fitri yang lalu. Semoga dilain hari bisa kembali sebagai juara,” kata Arya pada Publis.id di halaman Masjid Raudlatul Muslimin, Rabu (20/6/2018). 

 

Arya bersyukur atas prestasi yang telah diraih tahun ini, menurutnya prestasi tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh anggota Pejuang Subuh mulai dari mempersiapkan segalanya sampai berakhirnya lomba sehingga bisa tampil dengan baik dan berhasil meraih juara ke-3.

 

“Terima kasih pada abang Said Abdul Aziz yang senantiasa memberikan motivasi bahkan turun langsung membantu, terima kasih juga pada pengurus Masjid Radlatul Muslimin yang juga turut membantu mempersiapkan segalanya,” ujar ustadz muda jebolan Ponpes Al-Kautsar tersebut berulang-ulang.

 

Kelompok pengajian Pejuang Subuh sendiri bergerak dalam bidang keagamaan dengan mengajak ummat untuk senantiasa mendekatkan diri pada allah swt dengan bersemangat menjalankan ibadah puasa sunnah, membaca Al-Qur’an serta paling utama adalah memenuhi masjid dengan menjalankan sholat berjamaah lima waktu—lebih dari itu, Pejuang Subuh mengajak ummat untuk senantiasa memanfaatkan waktu sebaik mungkin—digunakan untuk beribadah.

 

 

Dalam agenda syukuran dan muhasabah bersama tersebut, juga ada agenda kajian ilmu berbentuk tausyiah yang diisi oleh Dr. Zulkarnainn Umar Lc. dari Pekan Baru dan ustadz Riki Ardiansyah mahasiswa Al-Azhar Kairo, Mesir.

 

Saat masuk sesi tausyiah, ustadz Zulkarnain dalam ceramahnya, intinya menyampaikan pentingnya giat beribadah, sholat sunnah tahajud, sholat witir dan sholat sunnah lainnya, gemar bersedekah, rajin membaca al-qur’an serta tahan berlama-lama di masjid dengan semata-mata mengharap ridha allah swt ketika bulan ramadhan.

 

Meski demikian, kata ustadz Zulkarnain, amalan tersebut juga seyogyanya diamalkan kendati bukan bulan ramadhan, niatkan untuk senantiasa istiqomah beribadah kepada allah swt sehingga yang kuasa senantiasa mengampuni dosa yang telah dilakukan sebelum-belumnya.

 

Berbeda dengan ustadz Riki, yang mana saat memberi tausyiah membahas soal pentingnya bersyukur. “Syukur merupakan salah satu bentuk pengabdian seorang hamba kepda Allah swt.  Syukur tidak cukup hanya mengucapkan Alhamdulillah akan tetapi syukur juga harus dibuktikan dengan perbuatan dalam bentuk ibdah kepada Allah swt,” kata ustadz Riki di hadapan jamaah.

 

“Kita diberikan kesehatan, harus kita pergunakan kesehatan ini untuk beribadah kepda Allah swt. Dikisahkan dalam riwayat,  Rasulullah saw saja yang sudah dijamin masuk surga masih tetap Istiqomah beribadah,  sholat malam sampai kakinya bengkak.  Itu semua merupakan bukti syukur Rasulullah saw kepada Allah swt,” ungkap ustadz Riki.

 

Mari, ajak ustadz Riki, kita jangan sekali-Kali ingkar, kufur atas apa yang telah Allah swt berikan kepada kita semua. Mantabkan hati, tetap semangat istiqomah beribadah khususnya istiqomah sholat subuh berjamaah, sebab kekuatan ummat dapat diukur seberapa banyak jamaah sholat subuhnya. “Semoga dalam menjalankan sholat subuh berjmaah bisa seramai sholat Jum’at,” harap ustadz Riki. (ADV/Rhama Melo).

 

 

Baca Juga