Senin 06 Agustus 2018

Kejati Bongkar Kasus CSR 55 Perusahaan Tambang di Pulau Obi

Oleh Redaksi, PUBLIS

Ilustrasi diambil dari google gambar

PUBLIS.ID, TERNATE- Tim penyidik satuan tugas khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Maluku Utara membongkar kasus dana Corporate Social Responsibility (CSR) pada 55 Perusahan Tambang di Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). 

Kejati memeriksa Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Malut Imam Makhdy. Kepentingan pemeriksaan untuk mengklarifikasi dana CSR 55 tambang di Pulau Obi. Imam diperiksa kurang lebih 3 jam, dimulai pada pukul 10.00 sampai 12.30 Wit. Saat dikonfirmasi Kepala Kejati Malut Ida Bagus Nyoman Wismantanu membenarkan  pemeriksaan terhadap Kadis ESDM. 

"Memang tadi Imam Makhdy diperiksa. Pemeriksaannya hanya sebatas klarifikasi saja,” ujar Ida Bagus. Senin (06/08). Menurut orang nomor satu Kejati ini. Pemanggilan  pak Kadis  hanya untuk menanyakan seputar ke mana sejumlah dana CSR disalurkan.

"Jadi yang kami tanyakan hanya aliran dana CSR," katanya, sembari menambahkan, setelah Imam diperiksa pihaknya juga bakal memanggil beberapa orang dengan status sebagai saksi. 

"Ini agenda penyidik. Yang pasti sejumlah pihak yang tau masalah ini akan tetap dipanggil," tandasnya. Sekadar diketahui, dalam kasus ini sebelumnya tim penyidik Kejati sudah memanggil  tiga saksi untuk diperiksa. Anatara lain, Direktur  PT.Harita Group dan Manager Operasional PT Rimba Kurnia dan PT Harita Grup. (Azka)





Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga