Jumat 04 Mei 2018

Kejam, Telat Bayar 2 Bulan, Rumah Warga Banyuanyar Disita Bank

Oleh Redaksi, PUBLIS

Saat proses eksekusi rumah Nanik oleh pengadilan / Doc Wahyu Nur Hidayah

PUBLIS.ID, BANYUWANGI - Hanik Irawati Ningsih warga Dusun Krajan, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi,  harus merelakan tempat tinggalnya disita oleh pihak bank lantaran menunggak bayar hutang.

Rumah seluas 1280 meter persegi yang selama ini ditempati oleh Hanik dan keluarganya, dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Banyuwangi, Kamis, (3/5/2018).

Saat ini rumah tersebut resmi berpindah tangan menjadi milik Hj. Fauziah. Selaku pemenang lelang di Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Informasi yang diterima Publis.id,  sebelum rumah tersebut dieksekusi oleh Pengadilan, terlebih dahulu dikosongkan dan kedua belah pihak sudah melakukan proses mediasi.

H. Faiz, suami dari Hj. Fauziah yang juga paman dari Hanik, pada Publis.id, Jum'at (4/5/2018) mengatakan, dirinya sempat memanggil Nanik bersama orang tuanya. Namun, upaya tersebut belum menemukan titik terang

Bahkan, kata H. Fais, dirinya sempat mengalah dengan menyempatkan diri untuk mendatangi rumah Hanik guna untuk mendapatkan penyelesaian dan jalan keluar dari masalah yang melilit keluarga Hanik.

Kata H. Fauzi, Hanik sempat mengucapkan terima kasih sebab kami telah membantu, Hanik sendiri sebelumnya berjanji hendak datang ke rumah untuk musyawarah. Namun, Nanik tidak menepati janji, setelah sekian lama ditunggu tidak kunjung datang.

"Sehingga kami sebagai pemohon dan sebagai pemenang lelang konfirmasi ke
pihak pengadilan untuk melakukan permohonan agar kesediannya melakukan eksekusi," ujar H. Fauzi.

Juru sita Panitera PN Banyuwangi, Sunardi saat memimpin eksekusi menyampaikan, "Eksekusi dilaksanakan sekitar Jam 10.00 Wib, jalannya eksekusi atau pengosongan rumah dikawal ketat aparat kepolisian dari Polres Banyuwangi dan beberapa Polsek, Koramil Kalibaru dan satpol PP, semuanya berjalan lancar,”

Eksekusi rumah dan tanah tersebut, sambung Sunardi, merupakan  permohonan Hj. Fauziah sebagai pihak yang memenangkan lelang. Rumah dan tanah tersebut bukan sengketa, melainkan hasil lelang yang sudah diganti namakan kepada Hj. Fauziah selaku pemenang lelang.

“Kami selaku tim eksekusi hanya menjalankan tugas berdasarkan hasil putusan  yang sudah berkekuatan hukum tetap, karena Proses pemenang lelang yang ada sudah mengajukan eksekusi. Pengajuannya membutuhkan waktu yang lumayan lama bukan hanya seminggu, eksekusi ini sudah kami lakukan,” ujar Sunardi.

Kuasa hukum Hanik, Nurkholis menjelaskan, "Selama ada prinsip-prinsip dari pengadilan yang sudah dilaksanakan, kami bisa menerimanya terkait pelaksanaan proses eksekusi ini,"

Tentunya, lanjut Nurkholis, karena proses ini bukan sengketa, tetapi bermula dari perbank kan, kalau memang nanti kita melihat ada proses-proses lelang yang tidak benar, "Kami akan mencari bukti-bukti dan akan menempuh jalur hukum," katanya.

“Karena ini murni klayen saya mengajukan pinjaman kepada salah satu lembaga keuangan yang ada di Banyuwangi, disitu ada keterlambatan salama dua bulan membayar, tanpa adanya negosiasi dan upaya-upaya lain. Pihak Bank langsung mealakukan lelang. Seharusnya dari pihak Bank bisa memberikan toleransi atau negosiasi atau dengan cara-cara yang bisa mempermudah nasabahnya untuk menyelesaikan tanggungannya,” sesal Nurkholis.

Nurkholis menegaskan, lelang tersebut cacat hukum, dalam satu dua hari ini pihaknya akan menempuh berbagai macam proses, bila memang nanti menemukan unsur kecurangan yang mengandung unsur pidana, "Kita akan segera memproses secara hukum, seperti halnya harga lelang yang tidak sesuai standar harga pasaran," ujarnya. (why)

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga