Rabu 21 Februari 2018

Jejak Demostrasi 212 Jember

Oleh Fahmi Robith, PUBLIS

PUBLIS.ID, Jember - Demonstrasi 212 Jember mulai ramai jadi perbincangan warganet sejak awal bulan Junuari lalu, disusul dengan penggalangan massa oleh Kustino Musri di sejumlah titik, salah satunya di pusat pembelanjaan, Pasar Tanjung.

Demo direncakan akan berlangsung tanggal 21 Februari 2018 dengan format istighosah. Massa aksi berkumpul di kediaman Syaiful Rizal, pengasuh Pondok Pesantren Asri daerah Talangsari.

Pantauan PUBLIS.ID massa aksi mulai berkumpul sekitar jam 08.00 pagi, Korlap Aksi, Kustiono Musri melalui pengeras suara, Rabu (21/02/2018) mengisyaratkan pada peserta aksi bahwa akan berangkat tepat jam 10.00 berapa pun jumlahnya yang berkumpul.

Sejumlah massa dengan mobil dan truck satu persatu berdatangan, Kustino Musri dan Gus Syaiful Rizal terdengar bergantian memberikan instruksi, Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo SH., SIK.,  juga terdengar menyampaikan pesan pada massa agar demonstrasi berjalan dengan tertib.

Tepat jam 10.00, massa aksi mulai bergerak menuju alun-alun Jember, massa berhenti tepat di samping timur masjid Jami' menggelar terpal. "Kita tidak akan bergeser ke depan pendopo, tidak pula ke depan Pemkab, selesai disini nanti langsung ke DPRD," teriak Kustiono Musri lewat pengeras suara.

Sementara Gus Syaiful Rizal saat orasi menyebut demo 212 yang dikomandoinya berbeda dengan demo 212 di Jakarta, "Ini demo 212, kalau di Jakarta 2 12, beda tidak?" Tanya Gus Syiful Rizal pada massa aksi.

AKBP. Kusworo Wibowo SH., SIK., disela-sela orasi meminta pada massa aksi untuk menyampaikan aspirasinya dengan tertib, ia juga mengingatkan pada demonstran yang tidak kuat untuk keluar barisan.

"Ada yang tidak kuat, ada yang sakit, langsung minggir minta ke pak polisi untuk diantar ke petugas kesehatan, Mapolres Jember juga menyiapkan tim kesehatan," ujar Kusworo, di atas truck bersama orator dan korlap.

Sempat terjadi keributan antara Korlap Aksi, Kustiono Musri dan oknum yang mengaku wartawan, menurut sumber yang diterima Publis.id, oknum yang mengaku wartawan tersebut bertanya begitu tendensius hingga Kustiono emosi.

Sebelum situasi kian memanas, pelaku langsung diamankan polisi, dimasukkan dalam mobil dan melesat meninggalkan lokasi demonstrasi, sampai detik ini masih belum diketahui identitas pelaku.

Diakhir istighosah, demonstran istirahat sejenak menjalankan sholat dhuhur di masjid Jami' yang kemudian dilanjutkan bergerak menuju bundaran DPRD Jember.

Di depan gedung dewan, Cak Kus, demikian sapaan Kustiono Musri, menyinggung kisruh Bonek dan PSHT beberapa waktu lalu, ia menyebut Bupati Jember, dr. Faida memaksakan kehendak pribadi, "Sudah jelas, aparat meminta agar pertandingan itu tidak dilaksanakan di Jember, tapi Bupati tetap bersikukuh," ujar Cak Kus dengan lantang.

"Yang saya sampaikan ini fakta saudara, bila ini adalah fitnah, maka besok saya sudah di penjara saudara, bettul?," teriak Cak Kus di hadapan massa aksi.

Kata Kustiono, kendati massa hanya sepuluh sampai dua ratus orang, tapi ini murni tanpa pengkondisian, berbeda dengan ucapan selamat yang dikirim ke depan pendopo dan pemkab, "Mustahil kalau itu bukan pengkondisian saudara-saudara," tegas Cak Kus.

Cak Kus juga menyebut pembangunan di Kabupaten Jember hanya diperuntukkan untuk pendukung Bupati, hal itu dibuktikan dengan pengaspalan yang sudah berjalan tidak menyentuh depan pondok pesantren yang kontra dengan bupati.

Ia juga menyampaikan hasil survei independent, di mana tingkat kepercayaan publik pada bupati mencapai 50% namun rata-rata dari golongan tidak berpendidikan atau hanya lulusan Sekolah Dasar (SD).

Dilain waktu, Gus Syaif mengatakan, para dewan saat ini sedang menunggu giliran masuk lapas, sebab beberapa waktu lalu sudah ada yang masuk, maka dari itu dirinya tidak akan berhenti sampai disini, nantinya akan berlanjut ke Gubernur Jawa Timur dan sampai ke pusat.

"Setelah demo ini, tidak akan berhenti sampai di sini, nanti saya akan melanjutkan ke Gubernur Jawa Timur, saya juga sudah berkirim surat ke pusat, Mendgri," kata Gus Syeh di atas truck.

Berikut isi tuntutan demo 212 Jember yang diterima Publis.id:

1. Kepada dr. Faida, MMR untuk secara sadar dan sukarela mengundurkan diri dari jabatannya selaku Bupati Jember.

2. Kepada DPRD Kabupaten Jember agar menggunakan hak konstitusionalnya yaitu hak angket dan seterusnya menggelar sidang-sidang guna memberhentikan Bupati Jember dari jabatannya.

3. Kepada Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Jawa Timur untuk mengambil langkah-langkah dengan memberikan sanksi berupa pemberhentian saudara dr. Faida, MMR sebagai Bupati Jember.

4. Kepada Aparat Keamanan dan Ketertiban untuk tetap menjaga dan mengamankan situasi keamanan, sosial dan politik di Kabupaten Jember agar tetap kondusif, aman dan tentram. 










Fahmi Robith

Write is my life

Baca Juga