Minggu 27 Mei 2018

Hanya di Indonesia, Hitler Babak Belur

Oleh Redaksi, PUBLIS

Anggota DPRD Kabupaten Karawan Hitler Nababan / Doc diambil dari google

PUBLIS.ID, JAKARTA - di Jerman, nama Hitler begitu melegenda dengan Nazi, tidak ada yang berani menyentuh sang fuhruer saat memimpin Jerman kala itu. Namun, Hitler di Indonesia harus babak belur dihajar masa lantaran dituduh menghina Imam Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dan mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais melalui sebuah meme.

Nama lengkapnya Hitler Nababan, anggota DPRD Kabupaten Karawang.
Sebagaimana dilansir CNN, Selasa (22/1), Hitler merupakan kader Partai Demokrat, mulanya mengirim meme ke dalam grup khusus aplikasi WhatsApp DPRD Karawang. Kiriman Hitler kemudian tersebar ke masyarakat umum, dan memicu kemarahan kelompok Islam di Karawang.

Lantas kelompok masyarakat yang tergabung dalam berbagai elemen mendatangi gedung DPRD Karawang. Saat itu akan dilakukan dialog terkait permasalahan tersebut. Tiba-tiba ada beberapa orang yang emosi setelah melihat keberadaan Hitler Nababan. Mereka merangsek sehingga terjadi aksi pengeroyokan sampai akhirnya Hitler mengalami luka-luka di bagian wajahnya.

Beberapa saat kemudian, Hitler Nababan diamankan ke sebuah ruangan di gedung DPRD Karawang, dikawal beberapa anggota Satpol PP setempat. Situasi mulai kondusif saat aparat kepolisian setempat datang ke lokasi kejadian. Kini kasus pengeroyokan itu ditangani Polres Karawang. Usai kejadian itu, sejumlah anggota DPRD Karawang dari Partai Demokrat menyayangkan aksi pengeroyokan tersebut.

"Padahal saat itu Hitler hadir untuk menyampaikan permohonan maaf," kata Pendi Anwar, salah seorang kader partai Demokrat. Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya mengakui kejadian pengeroyokan itu. Menurut dia polisi membawa empat pria diduga menghajar Hitler. Hanya saja polisi tetap mendahulukan proses mediasi para pihak yang berselisih.

"Saat ini empat orang kita amankan di Polres. Sedang kita periksa. Jika ditemukan adanya tindak pidana dan ada laporan dari pihak korban, baru akan tentukan proses hukum selanjutnya," kata Slamet.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean menyesalkan insiden itu. Dia menyatakan bakal mendampingi tetapi juga tidak membela Hitler lantara dianggap melanggar aturan. "Kami menyesalkan peristiwa ini terjadi dan juga menyesalkan kader kami melakukan hal tersebut karena partai ini selalu sampaikan partai nasionalis-religius," ujar Ferdinand.

Ferdinand mengatakan mediasi antara Hitler dengan pihak yang merasa tersinggung itu bakal dipimpin oleh Ketua DPC Demokrat Kabupaten Karawang yang juga Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana. (ayp/gil/RF)

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga