Selasa 19 Desember 2017

Dua WNA Diamankan Imigrasi Jember

Oleh Fahmi Robith, PUBLIS

WNA asal Malaysia dan Rohingya diamankan Imigrasi Kelas II Jember (FOTO: PUBLIS.ID/ Fahmi).

PUBLIS.ID, Jember - Diduga dua Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia dan Rohingya, Sayatno dan Abdul Ruslan berhasil diamankan Imigrasi Kelas II Jember setelah bekerjasama dengan Polsek Muncar.

"Salah satu warga negara asing yang diamankan adalah target yang selama ini dicari oleh petugas Imigrasi Kelas II Jember. Akhirnya, dapat kami temukan di wilayah Banyuwangi dan dibawa ke kantor Imigrasi untuk dilakukan peoses lebih lanjut," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Jember Kartana, Selasa (19/12/17).


Iklan disini?


Kemarin tanggal 18 Desember 2017, lanjut Kartana, sekitar pukul 09.00 wib dapat informasi dari Polsek Muncar  bahwa telah mengamankan seseorang atas nama Sayatno yang diduga warga negara asing. "Kami pun kemudian menerjunkan petugas untuk mengecek kebenaran informasi tersebut," tukasnya.


"Setelah didatangi oleh petugas dari Imigrasi Kelas II Jember. Ternyata benar bahwa yang bersangkutan diduga warga negara asing. Yang bersangkutan mengaku WNA asal Rohingya yang kemudian kita bawa ke kantor Imigrasi Kelas II Jember untuk diproses," ujar Kartana.

Dalam perjalanan menuju Jember, lanjut Kartana, Imigrasi juga menemukan warga negara asing atas nama Abdul Ruslan yang berada di salah satu rumah di wilayah Muncar yang selama ini juga menjadi target.

"Saat ini, kita masih nenunggu hasil pemeriksaan dan kemudian kita konfirmasi dengan kedutaan negara mereka apakah mereka benar warga negara yang bersangkutan atau bukan, tapi dalam proses tersebut kita hanya memiliki waktu selama 30 hari," tutur Kartana.


Iklan disini?



Masih Kartana, jadi kalau dalam waktu 30 hari belum ada jawaban dari kedutaan kedua orang asing ini akan dikirim ke Rudenim Surabaya. Namun, apabila ada jawaban dari kedutaan sebelum 30 hari akan dilakukan peoses lebih lanjut. Karena yang bersangkutan telah melanggar pasal 119.

"Setiap orang asing yang masuk dan berada diwilayah Indonesia yang tidak memiliki Dokumen Perjalanan dan Visa yang sah dan masih berlaku sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 8 akan dipidana penjara paling lama lima tahun dan denda sebesar 500 juta, itu tindakan kami apabila yang bersangkutan memang tidak bisa membuktikan kewarganegaraannya," Pungkas Kartana.

Fahmi Robith

Write is my life

Baca Juga