Senin 09 Juli 2018

Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Grujukan

Oleh Redaksi, PUBLIS

Saat mayat Risky ditemukan / Doc Wahyu/Publis.id

PUBLIS.ID, BANYUWANGI  - Warga Dusun Jatirono, Desa Kajarharjo, Kec Kalibaru, Kab. Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki di sungai Grujukan masuk Afdeling Jatiroto, sekitar pukul 09.00 pagi.

Informasi yang dihimpun Publis.id, Minggu (8/7/2018), mayat laki-laki tersebut bernama Risky Setiyo Hadi berusia 8 Tahun, sejumlah saksi di lokasi penemuan  mengatakan, jika peristiwa tersebut terjadi bermula saat Risky bermain bersama teman seusianya, di halaman sekolah TK desa setempat.

Kemudian, Risky mengajak teman-temannya untuk mandi di sungai Grujukan Jatirono. Sesampainya di sungai, Risky ikut mandi, dan bercengkrama bersama teman lainnya.

“Namun apes, Risky tiba-tiba terbawa arus dan tenggelam di aliran sungai tersebut,” kata salah satu saksi yang menemukan mayat Risky di sungai, ia pun mengenal Risky sebab bocah tersebut seringkali lewat depan rumahnya bermain sepulang sekolah.

Sebelum tenggelam, Risky sempat memegangi kaki kiri teman lainnya. Tapi, usahanya gagal, kata saksi mendengar cerita dari teman-teman Risky, apalagi Risky sendiri tidak bisa berenang.

“Satu temannya berupaya menolong Risky dengan memegang batu kali, dan menjulurkan kakinya ke Risky, namun pegangan tangan Risky terlepas. Sehingga Risky terseret arus yang deras hingga kelelahan dan lemas lalu tenggelam,” tambahnya.

Mendengar kabar adiknya tenggelam di sungai, Reza (kakak Risky) langsung mendatangi TKP dan menolong adiknya. Selanjutnya, Reza membawa Risky ke RS Bakti Husada Krikilan, untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, upaya Reza sia-sia, Risky dinyatakan sudah meninggal dunia, oleh tim medis rumah sakit.

Sementara Kapolsek Kalibaru, AKP. Abdul Jabbar SH. saat dimintai keterangan Publis.id membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi.

Pihaknya telah melakukan beberapa langkah dengan membuat Laporan Polisi, mengamankan TKP, melakukan pemeriksaan para saksi, meminta surat visum maupun surat pernyataan dari keluarga korban.

“Keterangan yang didapat dari Dokter Jaga Rumah Sakit Bakti Husada, bahwa korban murni meninggal tenggelam dan tidak ada tanda-tanda atau bekas  penganiayaan,” pungkasnya. (why)

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga