Kamis 15 Februari 2018

Aktivis Muda ini Sayangkan Banyaknya Pejabat Tersandung Kasus Korupsi

Oleh Fahmi Robith, PUBLIS

PUBLIS.ID, Jember - Aktivis muda, Ervan Agustian menyayangkan banyaknya pejabat yang tersandung korupsi. Sebab menurutnya, bila melihat sepintas kehidupan para pejabat sudah lebih dari cukup, bila masih korupsi maka sudah level tamak.

Demikian kata Ervan Agustian pada Publis.id, Kamis (15/2/2018) disela-sela kegiatannya diskusi bersama pemuda Desa Curahlele, di Cafe Best Friend, Kecamatan Balung.

"Baru-baru ini, Ketua DPRD Kabupaten Jember ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Jember dan sebelumnya juga banyak pejabat di daerah lain yang terjaring OTT KPK," kata Ervan.

Korupsi, sambung Ervan, seolah membudaya di negeri ini. Kondisi demikian bila terus dibiarkan maka akan menimbulkan distrust pada diri masyarakat. Sehingga, juga berimplikasi minimnya partisipasi masyarakat pada setiap pesta demokrasi.

"Kondisi seperti ini tidak bisa bila terus dibiarkan. Harus ada solusi konkrit untuk merubahnya, jangan kemudian kita sebagai pemuda menutup mata, acuh dengan semua ini, sebab masa depan bangsa ada pada tangan kita semua," ujar Ervan.

Solusinya, lanjut Ervan, berikan kesempatan pada para pemuda untuk turut serta mengambil peran dalam penentu kebijakan. "Logikanya sederhana, pemuda memiliki darah idialisme yang kental dan begitu menggebu-gebu saat berbicara arah masa depan bangsa," tutur Ervan.

Idialisme yang kuat, kata Ervan, modal utama untuk menjadi pejabat yang bersih, tanpa harus kompromi akan selalu mengatakan tidak pada kolusi, korupsi dan nepotisme. Saksikan saja, berapa usia pelaku korupsi, rata-rata 35 ke atas, sementara usia 30 ke bawah sangat sedikit.

Diakhir wawancara, Aktivis PMII tersebut mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal yang muda agar bersedia dan mau menjadi penyambung lidah golongan lemah maju sebagai wakil rakyat di pemilihan legislatif tahun yang akan datang. 

Fahmi Robith

Write is my life

Baca Juga