Selasa 17 April 2018

Akibat Harga Kelapa Anjlok, Mahasiswa Demo Pemkab Inhil

Oleh Redaksi, PUBLIS

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dari beberapa elemen organisasi kemahasiswaan / Doc Rhama Melo

PUBLIS.ID, INHIL - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir didemo oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dari beberapa elemen  organisasi kemahasiswaan. Mereka menuntut peran pemerintah dalam pengambilan kebijakan stabilisasi harga. Korlap aksi, Selasa (17/4/2018) menyebut harga kelapa saat ini sangat memprihatinkan bahkan cenderung menyengsarakan masyarakat yang berprofesi sebagai petani kelapa. 


Kurang lebihnya sekitar 70 pendemo di depan Pemkab Inhil. Mereka berusaha merangsek masuk ke Kantor Bupati untuk menemui Penjabat Bupati Kabupaten Inhil, Rudyanto. Namun sayangnya, Penjabat Bupati Kabupaten Inhil, Rudyanto tidak dapat ditemui karena sedang dalam perjalanan dinas ke luar kota.

 

Mendengar Penjabat Bupati Kabupaten Inhil sedang tidak di tempat, massa aksi tidak langsung percaya begitu saja dan tetap memaksa untuk bertemu serta menolak sambutan oleh Asisten II (Dua) Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, Afrizal yang mewakili Penjabat Bupati Kabupaten Inhil saat itu. Namun, setelah bernegosiasi dengan pihak pengamanan, sejumlah perwakilan demonstran akhirnya diperbolehkan untuk memastikan sendiri keberadaan Penjabat Bupati Kabupaten Inhil di ruangannya.

 

Perwakilan demonstran pun masuk dan menemukan bahwa Penjabat Bupati Kabupaten Inhil memang sedang tidak berada di tempat. Aksi demonstrasi berlangsung sekitar 2 jam dan diakhiri dengan bubarnya massa aksi diiringi dengan nyanyian serentak lagu patriotik 'Ibu Pertiwi'.

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) memberikan klarifikasi pasca puluhan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi ihwal anjloknya harga kelapa. Melalui Asisten II (Dua) bidang administrasi umum Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, Afrizal mengatakan, turunnya harga kelapa saat ini merupakan imbas dari mekanisme pasar yang terjadi.

 

"Bukan keinginan kita, ada mekanisme pasar. Fluktuasi harga kelapa itu ditentukan oleh supply dan demand dari komoditas kelapa itu sendiri," kata Afrizal seusai menyambut kedatangan massa aksi di halaman Kantor Bupati Kabupaten Inhil, Tembilahan, Selasa (17/4/2018) siang.

 

Di pasar dunia, berdasarkan laporan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Inhil, sambung Afrizal, harga memang sedang mengalami penurunan. Terlebih saat ini, Thailand selaku produsen dan ekportir komoditas kelapa tengah memasuki masa panen.

 

"Kondisi saat ini, permintaan itu yang berkurang. Tapi, hari ini tadi, informasi terbaru yang saya terima, harga kelapa tipe A sudah mulai merangkak naik pada level Rp 1800, -. Artinya ini sudah ada pergerakan ke arah yang positif bagi petani kelapa kita," ungkap Afrizal.

 

Sebagai langkah pro aktif, lanjut Afrizal, Pemerintah Kabupaten Inhil melalui instansi terkait telah melakukan pemantauan ke lapangan, khususnya kepada para pedagang pengumpul kelapa, dan dari hasil pemantauan, memang harga komoditas kelapa sedang mengalami penurunan. (Rhama Melo).

 

Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga