Selasa 14 Mei 2019

Admin Group IWJ Laporkan Penyebar Berita Bohong ke Mapolres Jember

Oleh Redaksi, PUBLIS

Surat Tanda Terima Laporan Polisi (Doc: Dhani Kkage)


PUBLIS.ID, JEMBER - HS atau lebih dikenal dengan nama Slamet IWJ yang tak lain admin group IWJ akhirnya melaporkan perbuatan Erwin Sitompul warga asal Riau ke Mapolres Jember dengan sangkaan melanggar UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) atas penyebaran berita bohong, Selasa (14/5) pagi.

Slamet yang juga pendiri grup facebook Info Warga Jember (IWJ) dengan member diatas 700 ribu orang itu akhir-akhir ini menjadi perbincangan lantaran namanya dicatut oleh sebuah akun facebook Rahmat Ilahi yang diduga kuat milik Erwin Sitompul.

Bukan soal prestasi namun, Rahmat Ilahi menyebarkan berita bohong tentang Slamet. Merasa namanya dicemarkan, Slamet melaporkan perkara tersebut ke Mapolres Jember. Ditemui usai membuat pengaduan, Slamet mengungkapkan kedatangannya kali ini merupakan yang kedua.

Kedatangannya yang kedua sekaligus untuk mengetahui sejauh mana perkembangan perkara yang telah ia laporkan terdahulu. Semua ini kata dia, tidak terlepas semakin masifnya unggahan penyebaran berita bohong yang dilakukan Rahmat Ilahi meskipun telah dilaporkan ke polisi.

"Tadi sudah ditemui langsung sama Kapolres dan bertemu penyidiknya. Saya berharap kasus ini segera terungkap dan cepat selesai agar tidak berlarut-larut dan membuat ramai media sosial," tuturnya.

Dalam laporannya Slamet menyertakan sejumlah bukti berupa capture atau tangkapan layar unggahan terlapor dengan akun Maret Brusli, Erwin Brusli, Brusli Maret Maret, Yudi, dan Rahmat Ilahi.

Kemudian data diri terlapor yang diduga kuat bernama Erwin Sitompul (43) asal Kampung Baru I No. 53 Kabupaten Kota Dumai, Provinsi Riau.

Slamet menceritakan, awal mula terlapor menyebarkan berita bohong tentang dirinya setelah unggahannya di grup IWJ tidak disetujui oleh admin/moderator.

Slamet beralasan, admin tidak bisa menyetujui karena cuitannya adalah masalah pribadi terlapor dengan NL wanita asal Desa Karangrejo, Sumbersari, Jember yang cenderung mencemarkan nama baik seseorang.

Singkat cerita, akun Rahmat Ilahi mulai menyebarkan berita bohong tentang Slamet di grup "iwj.informasi warga jember" yang belakangan diketahui merupakan grup bebas tanpa moderator sehingga cuitan Rahmat Ilahi bebas berkeliaran mengungkapkan kebohongan dan ujaran kebencian kepada Slamet dan NL.

"Mungkin dia sakit hati postingannya beberapa kali tidak diloloskan sehingga menyebarkan fitnah di grup sebelah," kata Slamet. Berbagai upaya telah dilakukan Slamet untuk mengetahui keberadaan terlapor seperti meminta ahli IT Jember dan Korwil IWJ di Tanjung Pinang.

Kini, dia berharap polisi dengan tim siber-nya bisa segera mengungkap kasus tersebut agar komunikasi media sosial di Jember bebas dari hoax, fitnah, pelecehan, dan ancaman terutama demi membela warga Jember yang dilecehkan.

Sementara Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut.

"Berkaitan dengan saudara H alias S (Slamet) itu sudah kami terima laporannya. Hari ini juga ada laporan dari pihak si perempuannya (NL) bahwa yang bersangkutan diberitakan dalam media sosial ada hubungan (dengan terlapor) dan sebagainya," jelasnya.

Kusworo mengatakan, perkara ini sudah masuk dalam penyelidikan dan menyiapkan pasal ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) untuk menjerat terlapor.

"Kami telusuri dan kami terapkan apakah masuk dalam unsur pasal sebagaimana UU ITE dalam artian ujaran kebencian maupun penyebaran berita bohong," terangnya.

Meski posisi terlapor diduga berada jauh di Riau, Kusworo optimis polisi siber bisa menuntaskan kasus tersebut. "Tentunya kami akan melakukan penyelidikan secara IT juga dengan polisi siber yang tidak bisa kami ungkap di sini metodenya bagaimana," tandasnya. (Dhani Ngek).



Redaksi

publis.ID berupaya menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita dan informasi dengan menerapkan standar jurnalisme yang berkualitas dalam meliput berbagai peristiwa daerah, nasional, dan internasional.

Baca Juga